Aksi Pemerkosa YY dan Para Pendahulu Kita

YY
Sumber gambar: beritabali.com

Siapa pun warga Indonesia yang masih terang nuraninya, pasti geram dengan peristiwa yang menimpa YY. Gadis berusia 14 tahun, yang diperkosa beramai-ramai oleh 14 orang laki-laki, lalu nyawa gadis SMP itu dihabisi. Kejam.

Hilang kesucian sekaligus nyawanya. Hilang masa depannya. Hilang pula satu orang anak bangsa yang mungkin saja di masa depan bisa membawa perubahan untuk Indonesia. Dan yang paling jelas membekas ialah, hilang keceriaan orang tuanya untuk waktu yang cukup lama.

Tak hanya itu. Kehilangan keceriaan orang tua YY mungkin saja dibarengi kekecewaan yang berat, setelah mendengar vonis dari 7 orang pemerkosa dan pembunuh anaknya. Asal tahu saja, pada 10 Mei 2016 lalu, pengadilan negeri Curup, Bengkulu mengganjar 7 orang pemerkosa dan pembunuh keji itu hanya dengan hukuman 10 tahun penjara. Ganjaran hukuman tersebut pun masih akan diringankan, dengan usulan Menteri Yohana Yambise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak . “Hak-hak mereka untuk bersekolah, bermain dan mengeluarkan kreatifitas tetap ada. Ini berhadapan dengan prinsip hak anak-anak. Jadi tetap diperhatikan walaupun membuat perlakuan yang sudah di luar batas anak-anak. Namun itu sesuai UU yang ada dan sesuai konvensi hak anak,” kata Yohana di  pada 4 Mei 2016 lalu.

Mengapa 7 orang dari 14 pemerkosa dan pembunuh tersebut hanya diganjar segitu? Jawabannya simpel; usia mereka dibawah 18 tahun. 5 dari mereka berusia 17 tahun, sedangkan 2 lainnya berusia 16 tahun. Mereka dikategorikan sebagai anak-anak. Belum cukup umur. Belum dewasa. Dan tuntutan hukum yang dituntutkan pun harus menyesuaikan dengan UU Perlindungan Anak, dan UU sistem peradilan Anak.

Coba baca deh dua produk hukum DPR tersebut. Hukum maksimal bagi pelaku kejahatan yang masih berusia dibawah 18 tahun adalah 10 tahun penjara. Ya! Hukumannya cuma penjara selama 20 semester.

Saya secara prinsipil tak setuju jika 7 dari 14 pemerkosa dan pembunuh YY hanya dihukum 10 tahun penjara. Walau usia mereka masih 16 dan 17 tahun, bagi saya mereka sudah dewasa. Dan, harus dituntut seperti hukum buat orang dewasa, yakni hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Produk hukum seperti UU nomor 11 tahun 2012 yang menyatakan bahwa orang dengan usia dibawah 18 tahun disebut anak-anak, sebuah kenaifan hukum tanpa pengkajian secara menyeluruh aspek-aspek psikis dan perkembangan anak. Sebuah produk hukum yang harusnya cepat-cepat direvisi.

Saya memang bukan sarjana hukum. Saya bukan pula ahli hukum. Tapi saya tidak sedang membual. Produk hukum UU nomor 11 tahun 2012 itu telah mencabik-cabik rasa keadilan buat YY dengan selimut kategorisasi “anak-anak”.

Bagaimana seseorang dengan perilaku memerkosa dan membunuh dapat dikategorikan sebagai anak-anak? Secara hormonal, para pelaku tersebut sudah dianggap dewasa. Karena sudah mengalami tahap pubertas dan sperma mereka sudah bisa menghasikan sebuah janin dan seorang bayi.

Di dalam Islam misalnya, seseorang yang sudah mengalami tahap mimpi basah atau tahap matangnya hormonal, maka ia sudah dianggap dewasa. Jika ia ingin menikah, ia tak dilarang oleh aturan agama, walaupun usianya masih 12 tahun. Karena status usianya sudah naik kelas, dianggap dewasa dan berakal (baligh).

Matangnya hormonal seorang anak laki-laki biasanya diikuti oleh matangnya psikis. Apa buktinya? Setahun yang lalu, di Sumbawa ada kasus seorang laki-laki berusia 12 tahun berinisial JJ membunuh dan menyodomi seorang anak usia 6 tahun. Pada 13 Mei 2015 lalu, JJ membunuh korbannya karena menolak disodomi. Korbannya yang masih berusia 6 tahun itu digorok lehernya, dan mayatnya disembunyikan di sebuah dapur tua.

Jasad korban pun baru ditemukan 2 hari kemudian oleh orang-orang sekitar. Lalu, bisakah kita dengan segenap kewarasan ini menganggap JJ masih anak-anak?

Menggorok leher korbannya lalu menyembunyikan mayat korbannya saya pikir bukanlah perilaku anak-anak. Perilaku yang kejam dan terencana cukup detail ini harusnya cuma ada dibenak orang dewasa. Karena semua tahap berpikir detail dan berperilaku kejam itu hanya ada di diri orang dewasa, bukan anak-anak.

Anda masih belum percaya kalau usia JJ yang masih 12 tahun sudah bisa dianggap dewasa? Mari kita bandingkan dengan para pendahulu kita.

Mohammad Hatta, salah satu proklamator Indonesia, lahir pada tahun 1902. Pada 1916-1919 ia menjabat sebagai Bendahara Jong Sumatranen Bond (salah satu organisasi yang mengikuti sumpah pemuda). Artinya pada usia 14 tahun Hatta sudah punya tugas dan tanggungjawab yang cukup rumit di organisasi kepemudaan tersebut.

Selain Hatta, ada Sukarni. Sukarni lahir juli 1916. Ia adalah Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia. Menjabat dari tahun 1961–1964. Pada usia 14 tahun Sukarni sudah jadi anggota perhimpunan Indonesia Muda tahun1930. Pada usia segitu ia sudah berjuang untuk kemerdekaan negeri ini melalui organisasi yang ia geluti.

Tak hanya Hatta dan Sukarni. Ada pula tokoh pendahulu kita lainnya yang sudah berpikir dan bertindak matang diusia dibawah 18 tahun, salah satunya DN Aidit. Ketua PKI ini lahir pada tahun 1923. Pada tahun 1940, ia mendirikan perpustakaan “Antara” di daerah Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat. Artinya pada saat itu usianya baru 17 tahun, sama dengan pelaku pemerkosa YY.

Nah, dengan melihat sikap dan perilaku para pendahulu kita tersebut, agaknya tak adil rasanya kalau mengganggap mereka masih anak-anak saat mereka memulai gerakan kemerdekaan negeri ini. Semua orang saat itu sudah menganggap mereka matang secara psikis dan hormonal. Kalau mereka tak matang psikis dam hormonal, tak mungkin orang-orang terdahulu memberi kepercayaan yang besar kepada mereka untuk melakukan hal-hal yang selayaknya dilakukan oleh orang yang sudah dewasa.

Jadi menurut saya, baik Hatta, Sukarni, Aidit, JJ dan 7 orang pelaku pemerkosa dan pembunuh YY tak bisa dianggap sebagai anak-anak. Mereka semua sudah mampu berpikir secara matang dan detail. Mereka semua sudah mampu melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh orang dewasa. Hatta, Sukarni dan Aidit diusia dibawah 18 tahun sudah mampu berkecimpung di kemerdekaan RI. JJ dan 7 orang pemerkosa dan pembunuh YY sudah mampu berkecimpung di dunia kriminal yang biasanya hanya dilakukan oleh orang-orang dewasa. Sekian.[]

Hendri Mahendra
Cuma penulis amatir

One thought on “Aksi Pemerkosa YY dan Para Pendahulu Kita

  1. Setuju!!
    Mungkin benar mereka anak-anak mas. Hanya saja anak setan. Kelakuannya biadab sekali.
    Ijin share mas.

Leave a Reply