Antusias Warga, Sambut SBY

Selasa pukul 16.00 WIB (30/7) rombongan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengunjungi pabrik kripik pisang kirana di desa Burno, kecamatan Senduro, kabupaten Lumajang.

Masyarakat terlihat sangat antusias menyambut datangnya SBY, hal ini terlihat dari persiapan penyambutan president, pasalnya semenjak tiga hari sebelum presiden datang, masyarakat yang rumahnya berada di tepi jalan raya Senduro, sudah memasang umbul-umbul (bendera) di depan rumah mereka. Padahal, biasanya umbul-umbul hanya dipasang menjelang hari kemerdekaan Indonesia yaitu pada 17 Agustus nanti.

Sekitar pukul 15.00 WIB masyarakat Senduro, sudah ramai berdatangan untuk melihat rombongan presiden. Keramaian ini terlihat dari banyaknya warga yang berdiri di sepanjang trotoar jalan, juga terlihat dari membeludaknya kendaraan bermotor yang diparkir di dekat trotoar jalan. Nofal misalnya, dia dan kakaknya sudah standby di trotoar mulai pukul 15.00 WIB untuk melihat rombongan SBY ke Senduro, “mau lihat pak SBY, sekalian ngabuburit” ujar Nofal dengan bahasa Jawa.

Banyaknya warga yang ingin melihat kedatangan rombongan SBY, menyebabkan jalan raya Senduro menjadi sangat padat dan macet. Hal ini mengakibatkan polisi harus mengatur kondisi lalu-lintas untuk mensterilkan jalan. Sehingga polisi menutup jalan utama dan mengalihkan sementara pada jalan kecil di gang Katab, sampai rombongan SBY pergi.

Sekitar pukul 16.00 WIB dua motor Harley polisi melewati jalan raya itu, setelah berselang lima menit. Rombongan SBY datang dengan dikawal oleh mobil keamanan dan beberapa mobil rombongan lainnya, yang rata-rata berplat B, RI, L dan N.

Terlihat SBY dari jendela mobil melambaikan tangannya dengan tersenyum, kepada warga yang menyaksikan di sepanjang trotoar jalan. SBY menaiki mobil presiden, bewarna hitam dengan plat nomor berwarna dasar merah, serta terdapat bendera merah putih kecil yang terpasang di ujung depan mobilnya.

Banyak warga yang melupakan sejenak aktivitasnya untuk sekadar melihat rombongan SBY yang melintas pada jalan di depan rumahnya itu. Sri misalnya, ibu rumah tangga itu, hingga menggosongkan tempenya yang digoreng, gara-gara tidak ingin ketinggalan melihat rombongan SBY, “tempe saya sampai gosong, gara-gara saya takut nanti gak melihat pak SBY” ujarnya dengan bahasa jawa. [Drei Herba Ta’a Budi]

Leave a Reply