Apa Kabar Reformasi?

Reformasi Republik Indonesia sudah berumur 19 tahun sejak kelahirannya pada 21 Mei 1998, namun belum ada perubahan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat sampai sekarang. “Tidak ada perubahan yang signifikan terhadap keadilan sosial, pemartabatan kehidupan manusia,” ungkap Luthfi Jayadi Kurniawan yang menjadi pembicara dalam diskusi bertema Refleksi 19 Tahun Reformasi: Membaca Sejarah Orde Baru. “Malahan yang terjadi saat ini adalah korupsi, pelanggaran HAM, serta pembungkaman pers,” tambah Pegiat Sosial Malang Corruption Watch itu dalam diskusi yang diselenggarakan oleh terakota.id Rabu (24/5) di Warung Kalimetro, Merjosari Malang.

Permasalahan sosial hari ini dilihat Luthfi sebagai hal yang mengkhawatirkan, terlebih karena belum adanya perubahan tata kelola pemerintahan dan keberpihakan yang jelas dari pemerintah kepada masyarakat. “Instrumen hukum saat ini lemah dan pemerintah sebagai regulator (pembuat_red) hukum malah menjadi bagian dalam masalah,” ungkapnya. Hal ini, masih menurut Luthfi, membuat masyarakat seolah-olah berjalan tanpa perlindungan hukum.

Luthfi mengungkapkan besaran dana APBD untuk Kota Malang belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah kemiskinan semakin meningkat. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, angka kemiskinan di tahun 2015 mencapai 292.870 penduduk miskin. Sementara angka di tahun 2014 lebih rendah, yakni 280.310. Artinya, dalam satu tahun ada peningkatan sebanyak 12.560 penduduk.

Dullah, pegiat sosial Indonesia Corruption Watch berpandangan bahwa penyebab masalah ini disebabkan oleh proses pembuatan hukum. “Anggota DPR saat ini membuat dan menyusun hukum di hotel-hotel mewah, dan hal ini jauh dari jangkauan masyarakat,” ungkap Dullah yang juga menjadi pembicara diskusi. “Ini hal yang terlihat di depan mata, sampai saat ini masyarakat tidak mendapatkan ruang publik untuk mendapatkan informasi, serta tidak diikutsertakan dalam pembuatan dan penyusunan hukum,” tambahnya.

Dengan masalah sosial di era reformasi yang berumur 19 tahun ini, Luthfi mempertanyakan fungsi Negara. “Lantas apa fungsi Negara bagi masyarakat? Masyarakat menjadi bagian dalam Negara tapi tidak mendapatkan kesejahteraan,” ungkapnya.

Namun Luthfi tetap optimis menghadapi permasalahan sosial dengan memperjuangkan keadilan sosial. “Keadilan harus tetap kita rebut, dan harus kita perjuangkan,” pungkas Luthfi. Senada dengan Luthfi, Dullah mengatakan bahwa kita harus memperjuangkan keadilan sosial melalui agenda perubahan. “Harus ada agenda perubahan yang jelas untuk menjawab permasalahan sosial yang ada,” ujar Dullah. [Wahyu Agung Prasetyo]

UAPM Inovasi
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI, salah satu lembaga pers mahasiswa di Kota Malang, yang masih peduli dengan permasalahan sosial di lingkungan kampus serta sekitarnya.
http://uapminovasi.com

Leave a Reply