KAMPUS: PERLUASAN PENDERITAAN

Pada janji yang hidup dalam hierarki Jiwa dilabuhkan pada penantian demokrasi Mahasiswa bukan sumber kas birokrasi kampus Yang melimpahkan suapan dari kantong mereka   Entah, bagaimana mata kampus melihatnya, Mungkin saja mereka tak memiliki penghasilan Untuk makan, minum, dan menelanjangi pasangannya   Wahai birokrasi kampus, Kami bukan kehidupanmu Kami bukan sumber penghasilanmu Jangan siksa kami, dengan UKT dan pengeluaran Kampus yang tak jelas arahnya     [Misnoto] Email

Laporan Praktikum, Tujuan dan Realitamu Kini

Menulis laporan praktikum atau lebih praktis disebut laprak merupakan kegiatan yang tak bisa dilepaskan sebagai mahasiswa, khususnya mahasiswa FMIPA yang seolah-olah tiada hari tanpa praktikum. Penulisan laprak sendiri merupakan pembelajaran yang dicanangkan oleh instansi pendidikan tinggi, tujuannya adalah untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam menuangkan hasil praktikum di laboratorium sebagai tulisan

Dealova Rakyat Metafora

Saat kubalut lukamu Ku tak kuasa Menahan perihnya derita Melobi negeri untuk kita tempati Menyanyikan yel-yel pergerakan untuk kita memendam kebengisan dan wajah teduh yang kau simpan Kini pudar mencari kebenaran Saat kubalut lukamu Tak dapat aku menahan pedihnya Melihatmu bebas di tanah merdeka Asyik bermanja-manja Dan kini gugur tulang belulang dimakan anjing Sampai tiba koloni menyembunyikan Panji-panji liberalisasi yang kau runtuhkan Saat tembok

Pakde Pakde Parlente

Ini kisah tentangmu, Bapak-Bapak Lelaki yang Bersahaja, yang berada di puncak pimpinan kuasa Kau Bapak yang Sejahtera, yang menyejahterakan kami dengan sederhana, jika saja kami marah, mungkin tak ada lagi nama Republik Negara Kau Bapak idola, jika saja kau jatuh cinta, Rakyat siap menghujatnya, kami Rakyat siap menjadi tameng bagi segala cela,

KAMPUS RUBAH

Apabilah wajah sudah digandakan Dua bibir dijual-belikan Melas jadi rayuan Rupawan jadi bohongan Rubah jadi teladan Inilah pemuda haha hihi Merdeka atau mati Kata Soekarno “banyak setan di Bumi” Kata Tan Malaka “Jancok” Kata Sujiwo Tedjo “Tindaslah, maka aku bebas” Kataku “ Jangan percaya selogan itu, semua karanganku bukan dari si empu” Biar rubah berbohong Dia sedang mengamalkan ilmunya Itu yang diajarkan Pembohong akan dibohong Bukankah

Tanah Apa Tanah Siapa

Langit tak lagi menawan bak kemarin, kini muram karena senja penuh elegi Angin pun tak lagi bertiup membawa damai, Mereka bertanya, kemana pohon-pohon hijau yang menari bersama angin di panggung agraris   Mana lawan mana kawan Orang bilang mereka aparat, tapi lagaknya keparat Orang bilang mereka pejabat, tapi hobinya menindas rakyat Orang bilang mereka berilmu, ternyata itu bukan