Lawan Kekerasan Polisi, Rakyat Harus Merdeka

“Iqbal bukan siapa-siapa, tapi represifitas dari aparat menjadikan dunia ini mengetahui bahwa watak dari alat negara adalah menyakiti yang lemah, menindas rakyatnya,” teriak Abdurrachman Sofyan dalam Aksi Kamisan (19/4) di depan Balai Kota Malang. Aksi Kamisan yang bertema “Hentikan Kekerasan Terhadap Rakyat dan Jurnalis!!” itu menyuarakan kasus tindak kekerasan oleh

Menulis untuk Keabadian, Apa Guna?

Pada 30 April 2006, rumah dan pekarangan Pramoedya Ananta Toer dipenuhi banyak orang. Mereka datang untuk mengiringi kepergian Pram. Ya, Pramoedya Ananta Toer sudah mati, pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia itu benar-benar sudah mati. Yang ditinggalkannya adalah karya-karyanya, buku, novel, esai, keluarga, dan jejak-jejak kenangan tentangnya. Delapan tahun setelah

Aksi Protes terhadap Kebijakan Jam Malam di PTKI se-Indonesia

Kuasa dan pengetahuan mempunyai hubungan yang saling menguntungkan di antara keduanya. Tidak ada kekuasan tanpa pengatahuan, begitu juga sebalik­nya, tidak ada pengetahuan tanpa ke­kuasaan. Dengan pengetahuan, maka kekuasan akan beroperasi. (Konrad Ke­bung, 2002: 33). Jam malam yang diberlakukan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia menuai protes dari para mahasiswa. Riset

Kampus, Mahasiswa, Mau Kemana?

Jika kita pernah mendengar “mahasiswa sebagai agen perubahan”, sepertinya kata-kata itu sering digaungkan di orientasi pengenalan kampus. Setelahnya (semester 3-4-5-6-7-8), kata-kata itu lenyap entah kemana. Memang, kata-kata itu hanya digaungkan dengan keras dan bersemangat, hanya saat itu saja. Dan kata-kata itu tak disiapkan dengan serius untuk menjawab pertanyaan/pernyataan seperti, “untuk

Apa Kabar Reformasi?

Reformasi Republik Indonesia sudah berumur 19 tahun sejak kelahirannya pada 21 Mei 1998, namun belum ada perubahan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat sampai sekarang. “Tidak ada perubahan yang signifikan terhadap keadilan sosial, pemartabatan kehidupan manusia,” ungkap Luthfi Jayadi Kurniawan yang menjadi pembicara dalam diskusi bertema Refleksi 19 Tahun Reformasi: Membaca