Bershalawat, Malah Tinggalkan Sampah

Kondisi lapangan utama UIN Maliki Malang pada Minggu (29/3)
Kondisi lapangan utama UIN Maliki Malang pada Minggu (29/3)

Acara Shalawat Riyadhul Jannah (RJ) menyisakan tebaran sampah di lapangan utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sisa sampah masih terlihat sehari setelah acara berlangsung pada Sabtu (28/3). Selain diikuti oleh ribuan jamaah RJ, acara shalawat ini juga diramaikan oleh seluruh mahasantri Ma’had Sunan Ampel Al Aly (MSAA). Hal ini dikarenakan pihak ma’had mewajibkan seluruh mahasantrinya mengikuti rangkaian acara.

Sebagian besar jamaah meninggalkan sampah berupa sisa bungkus makanan dan plastik alas duduk. Hal yang sama pun dilakukan oleh para mahasantri. Dianita, salah satunya. Ia merasa tidak ada masalah ketika meninggalkan sampah. “Kan sudah ada petugas yang membersihkan, dan kita juga sudah sangat bergantung padanya,” ungkapnya. Ketergantungan terhadap petugas kebersihan pun diungkapkan oleh mahasantri yang lain, Nurul Ilmiyah. Ia beranggapan, teman-temannya tidak akan bersedia jika mereka diajak untuk membersihkan sampah sisa acara, alasannya karena sudah ada petugas kebersihan yang akan membersihkannya. “Sebenarnya saya ingin membersihkannya, tapi gara-gara teman saya nggak mau, ya tidak jadi,” tambahnya.

Terkait hal itu, Triani salah seorang warga yang juga datang dalam acara tersebut, menyayangkan tindakan sebagian mahasantri dan jamaah RJ. “Kita kan orang Islam, punya hadits kebersihan sebagian daripada iman, tapi pulang kok ninggal sampah,” ungkap wanita yang sehari harinya bekerja di koperasi ma’had. Triani juga berharap mahasantri dapat lebih peka terhadap kebersihan lingkungan di tempat manapun. Wanita itu berpendapat bahwa saat ini mereka kurang memperhatikan kebersihan lingkungannya. “Seharusnya bersih-bersih tidak hanya pada event-event tertentu saja, tetapi dalam kesehariannya juga,” imbuhnya.

Pihak ma’had sendiri tidak mengadakan kegiatan bagi mahasantri untuk turun tangan membersihkan sampah-sampah sisa acara. “Tugas wajibnya mahasantri disini itu untuk belajar, bukan untuk bersih-bersih,” ujar Mirwakhah Zi, salah seorang musyrifah di mabna Fatimah Az-Zahra. [Fajri Fuadah Mazamy*]

*Penulis merupakan Staff Magang di UAPM INOVASI

UAPM Inovasi
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI, salah satu lembaga pers mahasiswa di Kota Malang, yang masih peduli dengan permasalahan sosial di lingkungan kampus serta sekitarnya.
http://uapminovasi.com

Leave a Reply