Biji

Katanya teriakan paling keras adalah teriakan dari dalam kubur. Meski dimatikan, pekikan-pekikan perlawanan terus saja mengudara lewat biji-biji yang disebar. Disemai hingga menjadi bara api yang cukup panas untuk menghanguskan kekuasaan  yang mematikan.

“Seperti kata Wiji

Disebar biji-biji

Disemai menjadi api”

Penggalan lirik lagu Efek Rumah Kaca berjudul Putih itu seakan memberi kesan bahwa tak ada kematian yang menyudahi. Perlawanan, sebagaimanapun dimatikan, ia tetap menyala. Bahkan cenderung berlipat ganda. Seperti puisi-puisi perlawanan Wiji Thukul yang terus menggema, meski ia dihilangkan.

Tapi perlawanan tak pernah cukup sebagai subtitusi atas apa yang dihilangkan untuk mengurangi perlawanan. Apa yang hilang, akan tetap hilang. Fajar Merah, anak Wiji inibahkan sebelum memulai melanjutkan perlawanan, gusar atas kehilangan ayahnya. Seperti yang dikutip Leila S. Chudori dari tuturan kakak Fajar, mengisahkan bahwa Fajar pernah melukai diri karena frustasi.

“Ada yang hilang

Jiwaku tak tenang

Semakin dalam

Tubuhku tenggelam”

Elegi dari New Eta bertajuk 7 Sumpah ini berupaya untuk sedekat mungkin dengan imajinasi soal kehilangan. Mungkin pas di telinga Fajar. Tapi sebagaimana elegi, ia hanya merayakan tapi tak menghadirkan kembali. Elegi hanya hadir untuk mengiringi disequilibrium, yang kemudian memaksa untuk menerima atau berkompromi dengan apa yang telah dihilangkan.

“Yang hilang biarlah hilang,

Yang pergi biarlah pergi.”

Butuh bertahun-tahun buat Fajar Merah untuk mencapai titik equilibrium. Masih dari kutipan Leila S. Chudori, Fajar kemudian baru mulai mencari tahu lebih dalam jiwa bapaknya dan mencoba memahami puisi-puisi bapaknya setelah mulai remaja.

Di ulang tahun yang ke-52 Wiji Thukul, Fajar memberi kado istimewa untuk ayahnya. Dalam Merah Bercerita, band musik bikinan Fajar bersama temanya meluncurkan album untuk Wiji Thukul. Empat dari sepuluh lagu adalah karya perlawanan Wiji yang dibubuhi musik.

Perlawanan Wiji pun makin menggema dari dalam kubur. Berlipat ganda, meski yang dihilangkan tetap saja hilang. “Selamat ulang tahun Pak, di mana pun engkau berada, hidup atau mati, semoga dalam keadaan damai,” kata Fajar.

Aamiin.

Pada akhirnya, kerja-kerja perlawanan adalah kerja-kerja menyemai biji, karena perlawanan tidak serta merta menumbangkan hanya dalam satu generasi. Sayangnya, yang bekerja tak cuma yang melawan. Ada kerja-kerja kontra perlawanan yang bergerak, tugasnya menghambat proses penyemaian biji untuk melawan. Ia bisa berbentuk regulasi, tatanan sosial, hingga kebudayan yang sengaja dibentuk untuk melemahkan. Yang tanpa disebut pun kita sudah tahu. Juga soal kenapa kekuasaan dilawan, yang jika dijelaskan pun kekuasaan pura-pura tidak tahu.[]

Rachmad Imam Tarecha
Pengamat junior, berkelas dan berwibawa.

Leave a Reply