Buruh Harapkan Jaminan Pendidikan Bagi Anak

59 - buruh3

Malang (1/5), dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia, Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) mengadakan aksi di depan Kantor Balai Kota Malang. SPBI mengajukan 12 tuntutan kepada pemerintah terkait pemenuhan kesejahteraan buruh. Beberapa tuntutan tersebut di antaranya yakni penolakan terhadap upah murah, penurunan harga sembilan kebutuhan pokok, pemberhentian kriminalisasi terhadap buruh, dan pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Dua belas tuntutan yang dibacakan oleh Lutfi Chafidz sebagai Ketua Komite Pusat SPBI, tidak ada yang secara langsung menuntut jaminan pendidikan untuk anak buruh. Pasalnya, meskipun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai upaya meringankan beban biaya pendidikan, di beberapa sekolah tetap diharuskan membayar SPP dan biaya pendidikan lainnya. “Setiap bulannya bayar SPP-nya anak yang SMP, yang SMA 150 ribu,” keluh Nur Soleh, seorang buruh yang tergabung dalam SPBI.

Soleh berpendapat agar ke depannya harus ada kenaikan upah untuk menjamin pendidikan anak buruh. Hal tersebut lantaran Upah Minimum Regional (UMR) Malang yang ia dapat setiap bulannya tidak cukup untuk membiayai kebutuhan pokok dan pendidikan kedua anaknya. “Untuk makan saja sudah habis, belum untuk sekolah,” ucapnya. Soleh pun menambahkan, seandainya upahnya terjamin, mungkin pendidikan kedua anaknya akan lebih terjamin.

Dalam menanggapi tuntutan yang diajukan SPBI, Kusnadi selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Kota Malang sementara ini hanya bisa menjanjikan akan segera mengirimkan 12 tuntutan yang diajukan SPBI kepada pemerintah pusat. “Paling lambat hari Selasa (3/5_red) saya harus sudah mengirimkan tuntutan ini,” ujar Kusnadi.

Selain berusaha agar upahnya dinaikkan, Soleh pun mencoba melakukan kerja sampingan untuk mendapatkan pendapatan tambahan. “Terus terang, sementara ini kalau tidak ada sambi-sambian (pekerjaan sampingan_red), gak cukup untuk membiayai sekolah anak-anak,” ungkapnya.

Meskipun tak ada tuntutan langsung terhadap jaminan pendidikan anak buruh, Soleh dan buruh lainnya memiliki harapan yang besar untuk perbaikan upah. Hal tersebut dilakukan demi pemenuhan kebutuhan pokok dan biaya pendidikan anak. Bagi Soleh, pendidikan untuk anak buruh juga penting karena merupakan salah satu harapan untuk penunjang masa depan yang lebih baik. [Miftahu Ainin Jariyah]


Editor : Imam Abu Hanifah, Luluk Khusnia


UAPM Inovasi
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI, salah satu lembaga pers mahasiswa di Kota Malang, yang masih peduli dengan permasalahan sosial di lingkungan kampus serta sekitarnya.
http://uapminovasi.com

Leave a Reply