Caping Selebrasi yang Terkesan Mahal

Panitia Orientasi Pengenalan Akademik Universitas (OPAK-U) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang mewajibkan seluruh peserta OPAK-U membeli caping yang digunakan untuk aksi selebrasi membentuk formasi layaknya bendera merah putih (18/8). Selanjutnya, panitia akan mengadakan bakti sosial  pasca berakhirnya pelaksanaan OPAK-U. Marzuki, Ketua Pelaksana OPAK-U mengungkapkan kegiatan tersebut untuk memanfaatkan caping yang dipakai saat OPAK-U agar dapat digunakan kembali oleh petani di Kabupaten Malang.

Beberapa mahasiswa menyayangkan adanya rencana bakti sosial tersebut. Mereka tidak diberi tahu bahwa caping yang dibeli akan disumbangkan dalam bakti sosial kepada petani. Selain itu, mereka mengaku keberatan dengan harga yang sudah ditentukan. Mahfudz Hidayat salah satunya. Ia merasa harga caping yang didapat lebih mahal dibanding dengan harga di tempat tinggalnya. “Itung-itung juga nominalnya ya kok 17 ribu,” keluhnya. Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Rizky Herdianto. “Kalau ditempat saya itu gak sampai sepuluh ribu,” ungkap Rizky.

Sebagai perbandingan, dalam “Laporan Hasil Observasi Usaha Capil Magetan/Capil Gunung di Kabupaten Magetan” yang ditulis oleh Nurfitra Rahma Nugraheni, harga caping produksi Magetan bervariasi. Hal tersebut bergantung pada ukuran besar-kecilnya capil atau kualitas, baik kekuatan maupun kehalusan pengerjaannya. Kalau dihitung eceran, harganya sekitar 8 ribu rupiah per buah dan termahal sekitar 28 ribu per buah. Namun, ada pula yang per buahnya dihargai 10 ribu rupiah, 15 ribu rupiah, 20 ribu rupiah, dan 25 ribu rupiah.

Mengenai keluhan para peserta OPAK-U terkait harga caping, Marzuki menjelaskan bahwa itu sudah sesuai dengan harga pasaran dan panitia tidak mengambil untung sama sekali. Segala urusan terkait perlengkapan OPAK-U diserahkan kepada Koperasi Mahasiswa (KOPMA), termasuk harga caping tersebut. “Untuk harga 17 ribu menurut pribadi saya itu sudah harga sewajarnya. Silakan cari di pasar-pasar, harganya pasti juga segitu. Dan itu yang ngasih harga bukan panitia, sama sekali bukan,” ungkap Marzuki.

Lebih lanjut, Marzuki juga mengungkapkan sejauh ini panitia OPAK-U belum menentukan tempat bakti sosial tersebut. “Kita menunggu selesainya OPAK fakultas, nanti ada malam penutupan. Di malam penutupan kita akan umumkan di mana letak atau pengumpulan capil itu. Untuk tempat kita masih mendata di mana kira-kira kelompok tani yang membutuhkan,” jelas mahasiswa Fakultas Syariah tersebut. [Syams Shobahizzaman]

UAPM Inovasi
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI, salah satu lembaga pers mahasiswa di Kota Malang, yang masih peduli dengan permasalahan sosial di lingkungan kampus serta sekitarnya.
http://uapminovasi.com

Leave a Reply