Tuhan Bukan Milik Satu Golongan Agama

Tuhan, satu kata yang belum bisa diterjemahkan secara konkret oleh manusia, atau bahkan memang tidak bisa diterjemahkan. Sampai detik ini, manusia masih menerjemahkan arti kata tuhan secara abstrak, mengandai-andai, memprediksi, mengambang, dan lain sebagainya. Dear Believer, film yang aku tonton siang kemarin, di youporn, eeh salah, maksudnya youtube. Menceritakan sekaligus menggambarkan

Menulis untuk Keabadian, Apa Guna?

Pada 30 April 2006, rumah dan pekarangan Pramoedya Ananta Toer dipenuhi banyak orang. Mereka datang untuk mengiringi kepergian Pram. Ya, Pramoedya Ananta Toer sudah mati, pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia itu benar-benar sudah mati. Yang ditinggalkannya adalah karya-karyanya, buku, novel, esai, keluarga, dan jejak-jejak kenangan tentangnya. Delapan tahun setelah

Hei Para Tokoh Bangsa, Jangan Baperan!

Di zaman sekarang ini, sulit sekali menemukan tokoh-tokoh yang memiliki sikap seperti Pramoedya Ananta Toer atau Buya Hamka. Mereka berdua ini memang bukan kawan seideologi. Malah keduanya bertolak belakang. Hamka cenderung ke kanan, Pram cenderung ke kiri. Walau mereka berbeda prinsip dan ideologi, namun ada satu sikap yang menurut saya

Kampus, Mahasiswa, Mau Kemana?

Jika kita pernah mendengar “mahasiswa sebagai agen perubahan”, sepertinya kata-kata itu sering digaungkan di orientasi pengenalan kampus. Setelahnya (semester 3-4-5-6-7-8), kata-kata itu lenyap entah kemana. Memang, kata-kata itu hanya digaungkan dengan keras dan bersemangat, hanya saat itu saja. Dan kata-kata itu tak disiapkan dengan serius untuk menjawab pertanyaan/pernyataan seperti, “untuk