Menuntut Hak-Hak Buruh Perempuan

Buruh perempuan yang tergabung dalam Front Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) melakukan aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Buruh Internasional (01/05). Aksi ini dilakukan di depan kantor Wali Kota Malang. Evi Afida, buruh Perusahaan Rokok Pakis Mas menuntut diwujudkannya situasi lingkungan kerja yang ramah perempuan. Evi, juga menginginkan adanya regulasi yang

Setarakan Upah Buruh Kontrak dan Buruh Tetap

Massa yang tergabung dalam Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) Malang melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (01/05) di sebelah timur Kantor Wali Kota Malang. Anggota FPBI, Sri Maryanti mengatakan salah satu tuntutan dalam aksi unjuk rasa itu adalah penghapusan upah murah bagi buruh kontrak. PT Dwi Putra

Penanganan Kasus Buruh Masih Lambat

Selasa (1/5) bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) melakukan aksi demo di depan Kantor Walikota  Malang, kemudian  dilanjutkan dengan audiensi bersama pihak pemerintah kota. Mereka menyampaikan beberapa tuntutan terkait kondisi buruh di Malang, salah satunya keterlambatan penanganan kasus buruh oleh  Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dan pihak kepolisian. Selain

Luthfi Chafidz: Buruh Harus Pintar, Buruh  Harus Berserikat

Ratusan buruh anggota Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) Malang melakukan aksi peringatan  Hari Buruh Internasional di depan Kantor Wali Kota Malang (1/5), bersama puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Buruh Bersatu. Dalam aksi tersebut, massa aksi menyampaikan sembilan tuntutan. Selain itu, sebanyak lima kasus perselisihan antara perusahaan dengan buruh

Masyarakat Indonesia Melawan Tindak Kekerasan Aparat Negara

“Sekalipun, bersama aparat keamanan yang gemar menangkap rekan-rekan kami, atau alat berat yang meratakan lahan pertanian kami. Kami tidak akan gentar, untuk tetap menyuarakan kebenaran.” –Samuel Bona Rajagukguk (Aksi Kamisan Semarang) Aksi Kamisan (19/4) karena dilaksanakan di berbagai daerah seperti Malang, Bandung, Semarang dan Makassar. Abdurrachman Sofyan, orator Aksi Kamisan Malang mengatakan,

Lawan Kekerasan Polisi, Rakyat Harus Merdeka

“Iqbal bukan siapa-siapa, tapi represifitas dari aparat menjadikan dunia ini mengetahui bahwa watak dari alat negara adalah menyakiti yang lemah, menindas rakyatnya,” teriak Abdurrachman Sofyan dalam Aksi Kamisan (19/4) di depan Balai Kota Malang. Aksi Kamisan yang bertema “Hentikan Kekerasan Terhadap Rakyat dan Jurnalis!!” itu menyuarakan kasus tindak kekerasan oleh