Untukmu Politikmu, Untukku Politikku

Maraknya pemberitaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di kalangan masyarakat tak luput pula kaitannya dengan isu agama yang kian mendominasi. Layaknya masakan yang tak sedap bila tak ada bumbu, begitu pula politik yang tak akan ramai jika tak ada agama. Peribahasa yang kian ramai diperbincangkan. Maret silam, pidato presiden di Tapanuli, Sumatra

Ribetnya Cita-Cita DJA

Entah sudah berapa bulan belakangan ini akun facebook saya dipenuhi dengan namanya. Para penulis yang tentunya sastrawan banyak sekali yang membicarakan terkait Denny JA. Saya yang awam dunia kesusastraan akhirnya mulai kepo dan mencari duduk masalah yang sesungguhnya. Ternyata para sastrawan itu tengah membuat dan menyebarluaskan petisi penolakan puisi esai

Mutiara Hitam yang (Ter)sisihkan

Terlepas dari peringatan Hari Buruh Internasional, tanggal 1 Mei adalah sebuah sejarah dan cerita panjang antara Papua dan Indonesia. Papua bagi mayoritas rakyat Indonesia, adalah tanah yang dicintai sekaligus dilupakan. Tidak banyak yang mau tahu dan peduli bahwa di Papua segala klaim tentang Indonesia sebagai bangsa yang ramah-tamah, harmonis, dan

Menulis untuk Keabadian, Apa Guna?

Pada 30 April 2006, rumah dan pekarangan Pramoedya Ananta Toer dipenuhi banyak orang. Mereka datang untuk mengiringi kepergian Pram. Ya, Pramoedya Ananta Toer sudah mati, pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia itu benar-benar sudah mati. Yang ditinggalkannya adalah karya-karyanya, buku, novel, esai, keluarga, dan jejak-jejak kenangan tentangnya. Delapan tahun setelah

Kampus, Mahasiswa, Mau Kemana?

Jika kita pernah mendengar “mahasiswa sebagai agen perubahan”, sepertinya kata-kata itu sering digaungkan di orientasi pengenalan kampus. Setelahnya (semester 3-4-5-6-7-8), kata-kata itu lenyap entah kemana. Memang, kata-kata itu hanya digaungkan dengan keras dan bersemangat, hanya saat itu saja. Dan kata-kata itu tak disiapkan dengan serius untuk menjawab pertanyaan/pernyataan seperti, “untuk