Menulis untuk Keabadian, Apa Guna?

Pada 30 April 2006, rumah dan pekarangan Pramoedya Ananta Toer dipenuhi banyak orang. Mereka datang untuk mengiringi kepergian Pram. Ya, Pramoedya Ananta Toer sudah mati, pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia itu benar-benar sudah mati. Yang ditinggalkannya adalah karya-karyanya, buku, novel, esai, keluarga, dan jejak-jejak kenangan tentangnya. Delapan tahun setelah

Kampus, Mahasiswa, Mau Kemana?

Jika kita pernah mendengar “mahasiswa sebagai agen perubahan”, sepertinya kata-kata itu sering digaungkan di orientasi pengenalan kampus. Setelahnya (semester 3-4-5-6-7-8), kata-kata itu lenyap entah kemana. Memang, kata-kata itu hanya digaungkan dengan keras dan bersemangat, hanya saat itu saja. Dan kata-kata itu tak disiapkan dengan serius untuk menjawab pertanyaan/pernyataan seperti, “untuk

Ruang Pendidikan Sebagai Hak Asasi bukan Komoditi

Kampus adalah sebuah ruang atau tata kelola yang berfungsi sebagai sarana berinteraksi satu sama lain. Untuk mewujudkan fungsi tersebut, para mahasiswa seringkali mengadakan diskusi diskusi kecil di wilayah kampus. Tempat yang dapat mereka jangkau seperti di lorong-lorong kelas, dibawah pohon yang rindang ataupun di kantin dan gazebo menjadi pilihan mereka