Penghormatan Paling Tinggi kepada Hidup

Kau tunjuk titik kecil// diantara dua kaki boneka// tempat dia dulu menggalimu// seperti mengorek rahasia Bagaimana perasaanmu? Dengan gigi-gigimu// kau tarik gumpalan itu// dari tenggorokanmu// dan bilang baik// tapi juga hampa Sajak di atas menggambarkan para terapis yang menggali luka pada mereka yang mengalami kekerasan seksual. Banyak terapis yang nyatanya juga kurang hati-hati dan kembali berbuat kesalahan dengan menanyakan

Kisah Pelik Dunia Fashion Mode

“Ini kisah tentang pakaian yang kita kenakan, orang-orang yang membuat pakaian, dan dampaknya pada dunia. Ini adalah kisah tentang keserakahan, ketakutan, kekuasaan, dan kemiskinan. Sebuah persoalan kompleks, terjadi diseluruh dunia. Sekaligus sederhana, mengungkap bagaimana kita terhubung ke banyak hati dan tangan dibalik pakaian kita” tutur seorang sutradara dalam prolog film

Mengingat Sejarah, Menggugat Kekerasan di Aceh

Sebuah karya sastra seringkali muncul dilatarbelakangi oleh peristiwa-peristiwa kemanusian. Pramoedya Ananta Toer misalnya, karya-karyanya banyak yang menceritakan penjajahan Belanda, kerusuhan Orde Baru, dan pembantain komunis (yang sebagaian malah salah sasaran). Sepertinya Azhari juga demikian. Dalam kumpulan cerpen (kumcer) berjudul “Perempuan Pala & Serumpun Kisah Lain dari Negeri Bau dan Bunyi”

Perpeloncoan Mengubahku Menjadi Kanibal

RAW (2017) Sutradara       : Julia Ducournau Penulis           : Julia Ducournau Pemain           : Garance Marillier (Justin), Ella Rumpf (Alex), Rabah Naït Oufella     Tahun pertama memasuki lingkungan baru menjadi mahasiswa baru di salah satu universitas, seperti yang dialami oleh Justin pemeran utama di film ini. “Beberapa kepala dipenggal ?” tanya Justin sambil menunjuk ke foto di dinding. “Penghianat,

Laporan Investigasi Yang Kuat Ala Film Spotlight

jika perlu satu desa untuk membesarkan seorang anak, perlu satu desa juga untuk melecehkannya. “Hey, taksi” seru Mike sambil berlari. Dia bersiul, masih berlari sambil memanggil taksi, “Hey, Hey, Hey! Hey!” Dia mendapatkannya, “Antar aku ke Boston Globe di Morrissey Boulevard. Jangan lewat 93, ambil Dorchester Avenue.” Dia Mike Rezendes, wartawan

Cerdasnya Anggy, Lebaynya Arifin C. Noer

Saya salut sama Net TV yang menayangkan film 3 pada 31 Desember 2015 lalu. Sebab, film itu bisa dibilang film yang masih sangat baru, tayang perdananya saja tanggal 1 Oktober 2015. Tapi, sesalut-salutnya saya sama televisi milik Wishnu Tama itu, saya lebih salut lagi sama Anggy Umbara sang sutradara yang

Ketahanan Palsu

The Act of Killing (Jagal), sebuah film yang menceritakan perjalanan hidup seorang mantan Algojo PKI 1965, Anwar Congo. Film documenter ini menampilkan adegan-adegan bagaimana dan mengapa Anwar  membunuh para korbannya, serta bagaimana pembuatan adegan tersebut mempengaruhi diri Anwar. “Kita dengan sederhana.. mewujudkan satu contoh cerita yang pernah kita