Aku Bukan Aku

“Pernahkah kamu berpikir, menjadi dalang ditengah-tengah ketakutan, darah-darah, kegelisahan dan ribuan ledakan senapan yang begitu dahsyat?” Hari itu pukul delapan dini hari, langit masih saja seperti pukul tiga pagi. Suram, sunyi, dan matahari enggan mempersilahkan sinarnya untukku. Bangkit dari hibernasi yang entah kapan aku memulainya, aku linglung memikirkan sesuatu yang tidak penting. “Kok masih gelap…

Revolusi Ilusi

Ilustrasi: Nur Misbakhus Sholeh   Sodara-sodara! Kawan-kawan ! Sahabat-sahabati ! dan apalagi namanya sekalian   Lupakanlah nomor satu Lupakanlah nomor dua Saatnya kita jadi satu Indonesia fatamorgana   Mari kita bersama-sama melakukan revolusi mental dari mental-mental tahu tempe Menuju mental burger, bistik, dan daging iga   Ubah itu ladang, dan sawah-sawah Kita tak lagi butuh…

Raksasa Itu Kusebut Negara

aku mengenal seorang raksasa dengan kaki tangan yang amat besar matanya selalu memelototi yang bernama keadilan seolah ia tak mau itu ada tangannya memegang rantai yang terikat di leher manusia di bawah kakinya kakinya yang megah terangkat satu sebagai ancaman bagi mereka yang tak mau diam siap menginjak dan menyepak giginya yang bertaringkan emas hasil…

Suara Serak dari yang Tertindas

Yang Mulia dan Yang Agung Kemarahan kami tak lagi bisa kami bendung Kau cekik kami dengan regulasimu dengan program-programmu yang tak bermutu   Kau ajarkan kami bahasa import Bahasa yang kau sebut dari surga Kau naikkan harga tiket masuk Kau bandingkan kami dengan logika pasar   Tapi kau lupa kami belum butuh itu Surga kami…

Alkisah

Oleh Achmad Gilang Rizkiawan Alkisah Alkisah negeri ini sejahtera Rakyatnya aman sentosa Asal bayar upeti sang raja Alkisah Alkisah tanah ini subur-subur Setiap tahun hujan mengguyur Mengguyur gedung dan infrastrukur Alkisah Alkisah laut ini jernih Ikan-ikan berenang ke sana-ke mari Mencari karang tuk ditinggali Alkisah Alkisah hutan ini hijau-hijau Hewan-hewan ramai meracau Menggunjing soal pohon…

Abu-Abu

Oleh Achmad Gilang Rizkiawan Sandiwara dunia Memainkan peran dalam cerita Penuh kemunafikan Yang samar-samar antara salah dan benar Kupu-kupu selalu merasakan manis Tanpa perlu mencium busuknya bangkai Atau lalat yang berdandan seperti kupu-kupu Untuk mencicipi manisnya madu Kalau begitu siapa yang kita percaya? Kalau kata jahat sudah berarti baik Siapa yang kita percaya? Apa kita…

Luka Ayu

   Perempuan itu berdiri di ujung tebing. Matanya nanar menatap laut yang menghantam batu-batu besar di bawah kakinya. Pikirannya kosong. Sesekali ia hanya mengingat beberapa peristiwa yang terjadi sebelumnya. Ingatannya terpotong-potong, bolak-balik, tak berurutan. Gelas pecah, seorang wanita berteriak. Ayu berlari, sebuah tongkat terpental menabrak pembatas jalan. Mobil merah melaju kencang. Teriakan wanita itu semakin…