Pasal Tuhan

Oleh Achmad Gilang Rizkiawan   Pasal 1 Wahai hamba jadilah kamu seperti apa yang utusanku inginkan Jangan pernah kalian berkata kasar pada mereka Apa lagi kamu marah pada mereka Mereka itu suci dan kau pendosa   Pasal 2 Catatlah ibadahmu jangan sampai kamu lupa Hitung semua amalmu di dunia Atas nama ikhlas hibahkanlah hartamu Itu…

Menggugat Gelembung

Sebelum janur kuning melengkung, Keperawanan wajib ditanggung, Tak peduli birahi yang sulit dibendung. Bagi yang sudah kadung, Rusaklah wajah keluarga sekandung. Padahal… Keperawanan tak mutlak dikurung. Dalam geram yang merundung, Adakah keperjakaan masih kau tanggung? [Muthia Rizqiqa]

Pada Fitrahnya

Pada fitrahnya Menguak sisi kerinduan yang belum bisa dipahami Lantaran menembus makna tak sama Di sudut detik nadi akan terbelenggu kembali Setiap titik tepi mengusik asa yang kian meraja Dieja juga papan aksaranya pada sebuah prasasti Pada fitrahnya Menuang sisi kenistaan yang masih belum sempurna Laksana memperbaiki nilai dan arti Sesuai dengan janji yang suci…

Katanya, Kataku

Katanya, Tak apa, sejenak aku ingin menikmati Cakap apa kau, menikmati? Ya, menikmati udara yang mulai kotor Lantas, yang kau perbuat? Menunggu masa, menumbangkan jemari akarku Katanya, Keluhku, sebagai penyangga bumi Apakah sepantasnya udara sekeruh ini? Dedikasiku mati suri Malah semakin mengkeriputkan bumi Mereka celakaiku agar aku durhaka, maaf udara Katanya, Lagi-lagi mereka, pecundang liar…

Dibalik Sisi

Dihantam hukum di tengah altar Entah kenyataan ataukah dugaan Demi meresmikan adanya kehormatan di atas pundak Alasannya berebut derajat untuk naik tingkat Di sana-sini diajak bertanggung jawab Tampak juga, tak teratur sekali aturan unjuk rasa Main politik, seru juga ternyata Dikendalikan sebatas waktu dan periode juga Rela berkorban demi tingkat pangkatan Sambil turut pada ayat-ayatnya…

Kisanak, Nya, dan Daku

Kisanak benar mengagumiNya Soal kemahakuasaanNya yang begitu mempesona Mempesona, batu-batu besar berhamburan sekali tiup Gunung-gunung es meleleh sekali kecup Benar kisanak mengagumiNya Mencoba menjadi kekasihNya Kisanak benamkan sifatNya dalam dada Mencoba berkuasa atas segala jiwa yang ada Kisanak tak sendiri, daku juga ingin menyandingNya Membenamkan sifatNya dalam dada Dakulah yang pantas menyandingNya Tak kan kubiarkan…