Golput-nya Mahasiswa Rantau

Situasi pemilihan Umum (Pemilu) di TPS 07 Dinoyo Malang ramai, beberapa warga antre di tempat yang sudah disiapkan panitia. Terdaftar 245 warga sebagai pemilih tetap. Sesuai dengan UU RI Nomor 39 Tahun 1999 Pasal 43, setiap warga Negara berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum. Namun sayangnya, tidak semua warga negara dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu legislatif ini. Seperti Nela Asgari, Mahasiswi jurusan Al-Akhwal As-Syahsiyah UIN Maliki Malang, asal Berau Kalimantan Timur. Ia terpaksa golput karena terbatasnya waktu dan finansial untuk pulang ke kampung halaman. “Pengennya sih saya berpartisipasi.” Ujar Nela

Pada dasarnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menfasilitasi mahasiswa rantau untuk menggunakan hak pilih mereka, dengan syarat harus mengurus surat pindah dari RT/RW tempat mereka berdomisili, namun diakui Nela ia bahkan tidak tahu-menahu informasi tentang keringanan dari KPU tersebut.

Hal ini juga diakui oleh Mumtaz Azoma, Mahasiswi jurusan Psikologi asal Lampung. Walaupun sebenarnya ia sudah mendapat informasi tentang keringanan yang ditawarkan KPU, namun dia tetap golput gara-gara tidak tahu cara mengurus surat domisili, dan juga masih dibingungkan dengan sistem pemilihan untuk mahasiswa rantau. “Seharusnya diadakan sosialisasi untuk pemilih pemula, dan mahasiswa rantau, jadi hak suaranya bisa digunakan” tambahnya.

Mumtaz berharap pemerintah mau menyediakan TPS khusus untuk mahasiswa rantau, agar memudahkan mahasiswa untuk memilih, sehingga tidak terjadi lagi kasus mahasiswa yang tidak menggunakan hak suranya hanya karena simpang siurnya informasi ataupun karena tidak tahu prosedur pengurusan surat domisili.

Menurut Zaenudin, selaku Ketua devisi SDM, Organisasi dan hubungan partisipasi masyarakat KPUD kota Malang, sosialisasi pemilu ini KPU tidak memberikan segmen khusus untuk kalangan mahasiswa. KPU hanya menyediakan segmen khusus untuk kalangan pemula yang lebih difokuskan pada tingkat SMA-sederajat, karena hanya ada dua kali kegiatan untuk sosialisasi di segmen pemula.

Selain sosialisasi tentang sistem pemilihan, mahasiswa rantau juga mengharapkan adanya sosialisasi tentang siapa saja calon legislatif yang akan mereka pilih. Menurut Mumtaz sangat penting untuk mengetahui visi dan misi yang akan dijalankan calon legislatifnya nanti, “jadi jangan cuma lagu dangdut pas kampanye, tapi kampanye yang benar-benar kampanye gitu” tambahnya. [Latifatun Nasihah]

Leave a Reply