Hoax Gencar, Sikap Toleran Semakin Menipis

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Maulana Malik Ibrahim mendatangkan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur terpilih, sebagai pemateri (13/08). Di hadapan para mahasiswa baru Khofifah menyampaikan materi dengan tema ‘Membangun Moderasi Islam di Kalangan Generasi Muda’ di Gedung Ir. Jenderal Besar Soeharto.

Menurut Khofifah, setiap dua puluh tahun proses perkembangan yang terjadi dalam diri seseorang itu berbeda-beda. Perbedaan itu, lanjut Khofifah, menjadi kekuatan tersendiri pada masanya. Salah satu perbedaan yang sangat mencolok dalam hal ini ialah masalah teknologi. “Dulu, tidak dapat dipungkiri bahwasanya semua masih serba sederhana dengan tetap mengedepanan sikap gotong royong yang masih mengakar kuat. Sikap ini tentu hanya terbatas pada jangka pendek yang terjadi di sekitar wilayah setempat,” ungkapnya.

Berkaitan dengan hal ini, data statistik  UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mencatat, 39% ke 56% masyarakat yang mengalami perubahan dari kolektivitas menuju individualitas. “Masyarakat desa perlahan-lahan akan mengalami kemajuan serta budaya yang ada di dalamnya juga akan semakin modern.” Tutur Khofifah.

“Hal ini seiring dengan perkembangan teknologi yang tidak dapat ditolak keberadaannya. Kekuatan sosial media (sosmed) di kalangan masyarakat desa maupun kota akan semakin meningkat,” ujarnya. Khofifah menambahkan, ketergantungan para pemuda terhadap sosial media juga akan mengalami peningkatan.

Khofifah menjelaskan, tingkatan generasi terbagi menjadi tiga, yaitu generasi plural, middle class, dan generasi milenial. Tahapan middle class yang terjadi saat ini cenderung pada masyarakat urban yang memiliki ciri confidence (memiliki kepercayaan tinggi), kreatif, berpikir altof the box (tidak linier, berpikir melompat), kaya akan ide dan gagasan, mampu mengkomunikasikan keduanya dengan cemerlang, serta pandai berkomunikasi.

Namun, Khofifah menggatakan tantangan yang semakin nyata saat ini ialah sosial media yang sedang gencar dengan berita-berita bohong (hoax). Tidak hanya itu, hal ini juga akan meningkatkan sikap curiga antar sesama yang diawali oleh sosial media. Sehingga, sikap toleran akan semakin menipis bahkan akan menimbulkan pertengkaran.

Salah satu peserta PBAK, Bella mahasiswa baru jurusan Hukum Tata Negara mengungkapkan, perlu adanya proses saring sebelum adanya aksi sharing. “Untuk menanggulangi hal-hal buruk yang akan terjadi akibat berita yang disebar” pungkasnya [M. Kholilurohman]

UAPM Inovasi
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI, salah satu lembaga pers mahasiswa di Kota Malang, yang masih peduli dengan permasalahan sosial di lingkungan kampus serta sekitarnya.
http://uapminovasi.com

Leave a Reply