Jobdesk Tidak Jelas, Banyak Panitia Menganggur

Hari pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang (13/08), banyak panitia PBAK yang menganggur. Tidak adanya kejelasan deskripsi tugas dari tiap devisi menjadi alasannya. Haris Febriansyah Rizani, anggota humas mengaku tidak bekerja penuh sebagai devisi humas. “Kita hanya bantu segala yang bisa dibantu, tidak ada hubungannya dengan jobdesk humas,” ujar Haris.

Hal itu dirasakan juga oleh Tyas Ayu Evani, ia bingung mengenai tugasnya sebagai divisi konsumsi, “Gak karuan, kalang kabut. Tadi pagi ada mahasiswa yang sakit dan devisi konsumsi bingung cari makanan kemana,” tuturnya.

Selain itu, ketidakjelasan jobdesk dikarenakan tidak ada Surat Keputusan (SK) dari pihak kampus. Haris juga menerangkan ia tidak menerima SK apapun, “Jadi hanya ada rekapan panitia dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) yang sudah direvisi dari kemahasiswaan,” jelas Haris. Tyas juga menuturkan SK dari kampus belum ada, “Hanya data dari Dema yang diajukan ke kemahasiswaan.”

Silvi Abdi Pratama selaku Ketua Dema UIN Malang, menjelaskan bahwa Dema memang merekap kepanitiaan hasil revisi dari kemahasiswaan yang anggotanya mahasiswa. Menurut Silvi, seharusnya SK sudah selesai pada tanggal 8 Agustus 2019. Namun sampai dengan hari pelaksanaan PBAK, SK pun belum turun.

Menanggapi hal tersebut, Mohammad Miftahusyai’an selaku wakil ketua pelaksana mengaku bahwa memang betul sampai saat pelaksanaan PBAK, SK belum juga turun. Tidak turunnya SK tersebut dikarenakan ada masalah dari pihak Dema, “Saya masih menunggu data dari Dema, sampai satu hari sebelum pelaksanaan PBAK baru menyetorkan daftar nama panitia,” ujar Miftah. Setelah adanya data tersebut Miftah mengajukan SK ke pusat dan sampai pelaksanaan PBAK, SK tak kunjung diterbitkan oleh pusat.

Selaku Ketua Pelaksana, Mohammad Padil hanya menerima SK yang hampir sebagian besar nama dosen. Hal ini tidak sesuai dengan hasil rapat awal, bahwa setiap devisi panitia terdiri dari gabungan dosen dan mahasiswa. Terbukti dalam SK B- /B.II.2/KM.02/08/2019, panitia PBAK terdiri dari 112 dosen dan dua mahasiswa. “Kemarin itu memang ada SK, tapi cuma satu ini yang saya terima,” kata Padil. Ia juga menambahkan bahwa mungkin SKnya sendiri-sendiri, dan untuk SK mahasiswa akan menyusul. []

Leave a Reply