Kandidat dan Hadirin Molor, Debat Dialogis Fakultas Humaniora Dihentikan di Tengah Jalan

Debat dialogis yang dilakukan pada hari Rabu tanggal 21 Februari 2018 dihentikan di tengah acara oleh Pihak KPU Fakultas Humaniora. Para kandidat Republik Mahasiswa (RM) tingkat fakultas dan beberapa hadirin terlihat kebingungan. Acara debat dialogis diberhentikan sebelum seluruh rangkaian debat dialogis selesai dikarenakan keterlambatan para kandidat dan hadirin.

Debat dialogis yang seharusnya dijadwalkan dimulai sekitar pukul  14.00 WIB baru dimulai pukul 16.00 WIB untuk sesi debat kandidat baik dari kandidat ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), kandidat Dewan Eksekutif Mahasiswa tingkat fakultas (DEMA-F), dan kandidat Senat Mahasiswa tingkat fakultas (SEMA-F).  Muhammad Nasrullah Masrur, salah satu hadirin yang mengungkapkan kekecewaannya ketika debat tersebut ditutup setelah kandidat SEMA-F dan DEMA-F menjawab pertanyaan dari panelis. “Saya sangat menyayangkan karena banyak dari visi misi mereka yang diungkapkan secara general dan kurang spesifik” jelas Nasrullah, “seperti contohnya menampung aspirasi  atau semacamnya, nah yang ingin saya tanyakan bagaimana cara mereka menampung aspirasi.” imbuhnya.

Nasrullah merasa sia-sia telah mengikuti jalannya debat, ia tidak bisa mendapatkan informasi apapun. “Seharusnya demokrasi kalo emang untuk rakyat kenapa harus dibatasi waktunya” tutur Nasrullah, ia juga menegaskan bahwa kalau acara seperti debat dialogis ini seharusnya tidak boleh molor.

Ketua KPU Fakultas Humaniora, Syaikhu Aliya Rohman, menyikapi penutupan debat dialogis sebagai hal profesional yang harus dilakukan dalam masalah waktu. “Permasalahan yang sering terjadi,” tutur Syaikhu, “banyak acara yang telat gitu. Itu hal yang biasa. Tapi dari KPU-F itu kita harus bisa profesional.” Karenanya, dia sangat menyayangkan keterlambatan para hadirin dan kandidat. Ia mengatakan bahwa ia sudah dibantu oleh staf kemahasiswaan dari Fakultas Humaniora dalam memfasilitasi tempat pengadaan Pemira.

Panelis dari fakultas Humaniora, Ahmad Makki Hasan, juga menyatakan ketidaksiapannya apabila debat tersebut semakin terlambat. “Kami meminta panitia untuk memulai saja kegiatannya tanpa menunggu lagi.” Ungkap Makki melalui pesan WhatsApp. Makki juga mengungkapkan bahwa secara umum pelaksanaan debat kandidat itu telah berjalan dengan baik, meskipun secara esensial dan substansi kurang maksimal, tapi bukan dari kepanitiaan.

Dengan hadirin kurang dari 10% total mahasiswa, hanya sekitar 30 mahasiswa yang datang meski sudah pukul empat sore. Keterlambatan para hadirin dan kandidat dari pukul dua siang hingga empat sore ini membuat sesi kedua dari SEMA-F dan DEMA-F, pertanyaan dari hadirin, ditiadakan. Apalagi dengan batas waktu pukul 17.00 WIB yang telah disepakati pihak KPU dan staf kemahasiswaan Fakultas Humaniora.

Leave a Reply