Keamanan PBAK-U Menyita Ponsel Maba Tanpa Intruksi

Mahasiswa baru (maba) UIN Malang mengantri lebih dari tiga jam di depan kantor Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) untuk mengambil ponsel yang disita oleh panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) (14/08). Annisya Fadilatul Rahmah selaku maba mengaku tidak ada pemberitahuan penyitaan ponsel sebelumnya, “Panitia PBAK meminta agar kosmetik, ponsel dan rokok diserahkan di meja depan panggung,” ujarnya. Annisya juga mengeluh ketika pukul 20.00 WIB ponselnya belum juga dikembalikan, “Kalau tau kayak gini, ya aku gak usah bawa hp,” keluhnya.

Aldi Nur Fadil Auliya selaku Ketua Senat Mahasiswa (SEMA), berkata kalau tidak mengetahui perihal penyitaan ponsel itu, “Padahal tidak ada intruksi penyitaan dari SEMA atau kemahasiswaan,” katanya. Aldi juga menerangkan kurangnya komunikasi dengan sie keamanan, “Saya pun kaget ketika banyak ponsel di kantor DEMA-U,” terangnya.

Wakil ketua PBAK-U, Moh. Miftahusyai’an sudah meminta panitia untuk mempertegas mahasiswa baru agar mematikan ponsel saat PBAK berlangsung. Miftah juga tidak memerintah untuk menyita, “Teknis yang saya maksud adalah pendamping masuk ke barisan maba dan menghimbau tidak menyalakan ponsel,” jelasnya.

Faizza Jauharo selaku divisi keamanan tidak memberikan keterangan tentang penyitaan ponsel ini, “Sesuai intruksi kami tidak bisa diwawancarai mengenai hal ini,” ungkapnya melalui aplikasi berbalas pesan. Selain itu, koordinator keamanan juga tidak bisa dihubungi sampai berita ini diterbitkan.

Menindaklanjuti hal ini, Miftah sudah memanggil bagian keamanan dan diminta membuat surat pernyataan. []

Leave a Reply