Kesadaran Sampah

Sumber : Solopos.com
Sumber : Solopos.com

Event Car Free Day (CFD) menjadi alat kampanye pengurangan emisi karbon di beberapa kota. Di Malang, acara tersebut dihelat setiap hari minggu di kawasan Idjen Boulovard. Sejak 05.30 sampai 10.00 WIB tidak boleh ada satupun kendaraan bermotor yang melintas. Kelonggaran lalu lintas ini pun dimanfaatkan ratusan hingga ribuan orang untuk menghabiskan waktunya. Banyak orang mengisi kegiatan seperti senam, jalan-jalan, atau membawa serta hewan peliharaanya. ‘Ada gula, ada semut’ istilah ini kiranya pas untuk menggambarkan kondisi di CFD. Berjubalnya orang yang lalu lalang mengundang para pedagang menjajankan dagangannya. Di sekitar kawasan CFD juga berlangsung pasar minggu. Ujung-ujungnya bisa ditebak, sampah-sampah plastik terlihat berserakan dimana-mana.

Tidak adanya tempat sampah yang memadai menjadi masalahnya. Seperti yang dikatakan Ida, salah satu pengunjung CFD. " Ya saya buang sampah sembarangan, mau gimana lagi, gak ada tempat sampah di sekitar," dalihnya. Alhasil disetiap akhir kegitan CFD yang dibaktikan untuk lingkungan ini menyisakan sampah yang berserakan.

Permasalahan sampah pulalah yang menjadi salah satu latar belakang diadakannya acara Deklarasi Bulan Cinta Damai, Alam dan Lingkungan’ (15/2). Acara tersebut berlangsung di depan Monumen Pahlawan TRIP dan diramaikan oleh kurang lebih 27 komunitas, seperti Neolath Community, Komunitas Kresek, Topeng Malang, dan Save Street Children. Acara tersebut diisi dengan jalan bersama, sekaligus membersihkan sampah yang beserakan di jalanan. " Dengan membawa kresek dan kardus lalu memungut sampah, membiasakan individu-individu untuk cinta terhadap alamnya," papar Imam Muslich, anggota Neolath Community.

Dwi, salah seorang petugas kebersihan CFD menuturkan, bahwa tempat sampah di area CFD memang sangat minim. Hal ini dikarenakan setiap rumah yang berada di kawasan CFD tidak diperbolehkan untuk membuat tempat pembuangan sampah di depan rumah yang terbuat dari batu bata. "Ini arahan langsung dari pemerintah kota," tuturnya.

Menurut Dwi, salah satu cara yang dilakukan pemerintah kota untuk menanggulangi masalah sampah ini ialah dengan mempekerjakan Sembilan orang petugas kebersihan di kawasan CFD. "Dibanding membuat tempat sampah, lebih baik memperkerjakan kita, toh adanya tempat sampah belum tentu mereka buang sampah pada tempatnya," terang Dwi. Kesadaran membuang sampah itulah yang tak kalah penting untuk dimiliki setiap pengunjung. Menurut Ida, ia seringkali sengaja membuang sampah sembarangan. Hal tersebut bahkan kerap dilakukannya diluar kesadarannya karena sudah menjadi kebiasaan. "Padahal saya tahu kalau itu bukanlah hal baik dan terkadang itu menjadi kebiasaan," tambahnya. [Ali Zia]

Leave a Reply