Konvensional menuju Online: Sejarah yang Berulang

Ekseutif Mahasiswa Brawijaya menyelenggarakan diskusi terkait penyelesaian polemik Transportasi Online dengan Konvensional. Acara tersebut dilaksanakan di Gazebo Raden Wijaya Universitas Brawijasa (8/3), Radityo Putro, selaku pemateri menjelaskan bahwa permasalahan yang timbul karena perkembangan mode transportasi adalah masalah historis yang terus berlanjut. Radityo yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) mengungkapkan bahwa perubahan teknologi akan terus berlanjut, karena perubahan tak luput dari teknologi itu sendiri.

Radityo menuturkan bahwa perubahan teknologi sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu hanya membahas  masalah mesin, “ya dulunya cikar yang ditarik oleh sapi diganti menjadi dokar yang ditarik oleh kuda, diganti bemo roda tiga, setelah itu di ganti bajaj,” imbuhnya. Sedangkan untuk saat ini, menurutnya perkembangan tak lagi tentang mesin, melainkan tentang aplikasi “Ya untuk saat ini perubahan itu tentang aplikasi digital,” ujar Radityo.

Bintang Nurrizki Dwi Arianto Mahasiswa FEB Universitas Brawijaya (UB), yang juga salah satu peserta dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa, polemik antara kendaraan online dan konvensional pernah terjadi di jakarta. “ya hal yang kayak gitu udah terjadi di jaman saya SMA,” ujar Bintang. “Ya ujung-ujungnya Gojek dan kendaraan umum juga tetap beroprasi, dan akhirnya kita menerima perubahan itu,” imbuhnya. Ia pun menjelaskan bahwa pada dasarnya masyarakat tak dapat menghindari adanya perubahan teknologi.

Radityo menyampaikan bahwa seharusnya pemerintah bekerja lebih giat lagi dalam merumuskan solusi-solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan yang seperti ini. ”Dan kami para akademisi akan membuka pintu selebar-lebarnya jika memang diperlukan untuk membantu,” imbuh Radityo. Sejalan dengan Radityo, Bintang pun mengungkapkan bahwa hadirnya transportasi berbasis online merupakan bentuk sindiran bagi pemerintah agar mengadakan pembenahan manajemen transportasi yang ada di perkotaan, “mungkin untuk saat ini harus ada regulasi yang bersifat sementara karena mungkin butuh transisi untuk membenahi kendaraan umum,” imbuhnya.

Dalam tulisan berjudul ‘Menhub Larang Gojek, Jokowi: Aturan Jangan Bikin Rakyat Susah’ yang diterbitkan di media online cnnindonesia.com tertanggal 18 Desember 2015, Presiden Joko Widodo menyatakan, jangan sampai ada pengekangan inovasi. “Jangan sampai kita mengekang sebuah inovasi. Seperti Gojek, aplikasi anak-anak muda yang ingin berinovasi,” ucapnya. Masih dalam tulisan tersebut, Joko Widodo juga meminta agar permasalahan antara transportasi online dan konvensional diselesaikan dengan jalan penataan ulang sistem, misalnya dari Dishub atau Menhub memeberi pembinaan, menata, sehingga keselamatan penumpang terjaga.[Desyana Fadhilatin Nafitri]

UAPM Inovasi
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI, salah satu lembaga pers mahasiswa di Kota Malang, yang masih peduli dengan permasalahan sosial di lingkungan kampus serta sekitarnya.
http://uapminovasi.com

Leave a Reply