Kuasa Jeruji Penjara

Bagaimana penjara bisa membentuk kepribadian seorang narapidana menuju sebuah pusat relaksasi yang menyenangkan jika mereka telah mendekam berpuluh tahun lamanya. Narapidana akan terinstitusi dengan norma yang berlaku, penjara ibarat keluarga besar bagi narapidana.

Kisah ini bermula dari Andy Dufresne, seorang Banker handal yang terjerumus dalam jebakan pengacaranya ketika dalam pengadilan ia diputuskan bersalah. Ia terpaksa harus mendekam di penjara dua kali seumur hidup setelah dituduh membunuh istrinya sendiri saat selingkuh dengan seorang pegolf internasional.

Penjara Shawshank menyambutnya diawal tahun 1947. Ia harus menanggalkan status jabatan sebagai wakil direktur di sebuah bank ternama di Portland. Ia berpikir tak pantas berada di bayang-bayang dinding penjara dengan terali besi yang menjenuhkan.

Terjadinya sistem hierarki di masyarakat tampaknya pudar oleh cerita di balik penjara. Penjara menawarkan sebuah perkumpulan orang-orang penuh masalah. Mereka para pelaku tindak kriminal yang merasa teraleniasi di masyarakat. Kebanyakan karena masalah himpitan ekonomi atau mencari kegilaan dengan melakukan tindakan yang subversif yang bisa merusak tatanan moral masyarakat. Pada umumnya penjara sebagai pusat rehabilitasi dan pengajaran agama bagi para narapidana, yang nantinya jika mereka kembali ke masyarakat pola perilakunya telah berubah dan minimal mematuhi norma yang ada.

Pada umumnya penjara memang identik dengan kekerasan, biasanya dilakukan sipir penjara atau geng-geng yang menganggap dirinya paling kuat. Namun hal itu menjadi sebuah kebiasaan ketika seorang narapidana menemukan sesuatu tindakan baru dan belum pernah dia lakukan di dunia luar. Karena konteks bagaimana manusia mendefinisikan situasi yang mereka hadapi merupakan situasi yang menjadi wahana bagi diwujudkannya tindakan itu. Mereka yang merasa kuat dan pintar akan membentuk kumpulan baru, mereka yang merasa lemah akan lebih menyendiri. Sebut saja Red sebagai tokoh yang sangat terkenal karena memiliki kemampuan mendatangkan barang dari luar penjara dan Brooks sebagai tokoh yang memiliki kesibukan dengan menjadi pengelolah perpustakaan penjara.

Narapidana ter-institusi dengan rutinitasnya

Kesibukan narapidana di penjara menandakan sebuah pemberlakuan sistem yang ketat di mana karakter institusi non profit tercermin dari keseharian narapidana di penjara. Misal saja mereka harus bergantian mencuci baju dengan kapasitas yang besar, menjadi kuli bangunan, pembersih halaman, dsb. Mereka harus berjibaku dengan rutinitas yang cukup padat. Dari cara berpakaian sampai makan, dari aktivitas bangun tidur sampai tidur lagi. Mau tidak mau para narapidana harus menuruti semua peraturan. Mereka menjalani hukuman yang bertahun-tahun dengan rutinitas yang sangat berbeda sekali dengan kehidupan di luar penjara. Tak heran banyak narapidana yang membenci saat pertama kali datang di penjara, kemudian terbiasa, dan seiring berjalannya waktu narapidana akan tergantung padanya. Mereka diatur oleh penguasa penjara, tubuh mereka sudah dikendalikan oleh penguasa.

Menurut Michel Foucault tubuh selalu berarti tubuh yang patuh. Sumbangan utamanya bagi studi tubuh adalah analisisnya tentang kekuasaan yang bekerja dalam tubuh. Adanya kekuatan mekanis dalam semua sektor masyarakat. Tubuh, waktu, kegiatan, tingkah laku, seksualitas; semua sektor dan arena dari kehidupan sosial telah dimekanisasikan. Jiwa adalah penjara bagi tubuh; tapi pada akhirnya tubuh adalah alat negara, semua kegiatan fisik adalah ideologis: bagaimana seorang polisi berdiri, gerak tubuh anak sekolah, bahkan model hubungan seksualitas.

Politik tubuh (bio-politics) dijalankan untuk mempertahankan bio-power. Bio-power dipertahankan menggunakan dua metode: pendisiplinan dan kontrol regulatif. Pendisiplinan, dianggap sebagai mesin yang harus dioptimalkan kapabiltasnya, dibuat berguna dan patuh. Kontrol regulatif meliputi politik populasi, kelahiran dan kematian, dan tingkat kesehatan.

Begitu juga dengan Kehidupan kampus sama halnya dengan pendapat Foucault, bio-politik dan bio-power. Para penguasa kampus menggunakan bio-politiknya untuk membentuk mahasiswa yang sesuai dengan visi da misi kampus. Mereka dituntut untuk menjadi insan akademis yang selalu tertib untuk mengumpulkan tugas hariannya. Bahkan sampai menuju tempat perkuliahan mereka wajib mengenakan sepatu dan kemeja yang rapi. Tubuh mereka sudah dikendalikan oleh sistem yang dirancang sedemikian rupa dan dianggap seperti sebuah mesin yang harus dioptmalkan dan dibuat patuh. Â

Kehidupan sosial dipenjara memberikan tingkah perilaku yang berbeda bagi individunya. Brooks, narapidana yang lanjut usia. Ia sudah menjalani hukuman di penjara selama 50 tahun. Suatu ketika ia mendapat pembebasan bersyarat. Anehnya ketika temannya mengucapkan selamat tinggal kepadanya. Dia lantas marah dan ingin membunuhnya.

Robert M.Z.Lawang menuturkan proses tersebut dinamakan pelembagaan atau institutionalized, yaitu proses bagaimana suatu perilaku menjadi berpola atau bagaimana suatu pola perilaku yang mapan itu terjadi. Dengan kata lain, pelembagaan adalah suatu proses berjalan dan terujinya sebuah kebiasaan dalam masyarakat menjadi institusi/ lembaga yang akhirnya harus menjadi paduan dalam kehidupan bersama.

Ia tidak gila saat ingin membunuh temannya. Red meyakinkan pada lainnya kalau Brooks dipenjara menjadi orang penting, orang yang terpelajar. Tapi saat Brooks sudah diluar penjara, dia bukan siapa-siapa. Dia hanya bekas napi yang sudah tua dan Brooks tidak punya keluarga yang akan merawatnya setelah keluar dari penjara.

Kisah Brooks sangat tragis sekali karena menjadi korban dari institusi penjara. Bisa dilihat kehidupan Brooks setelah keluar dipenjara. Dia bekerja sebagai pembungkus barang belanjaan di sebuah supermarket. Saat dipenjara dulu dia sangat menikmati pekerjaan sebagai pustakawan. Dia menjalani rutinitas yang sangat berbeda sekali yang membuat tekanan batin buat Brooks. Tidak ada keluarga, tidak ada teman yang peduli kepadanya. Dia tidak bisa tidur setiap malam karena ada rasa takut yang terus membayanginya. Akhirnya dia tidak kuat dengan penderitaan tersebut. Brooks gantung diri untuk mengakhiri hidupnya.

Tubuh tidak bisa dianggap sebagai sekadar pemberian Tuhan, tetapi lebih sebagai plastik dan bionik. Nancy Scheper-Hughes dan Margaret Lock membedakan tubuh menjadi tiga: tubuh sebagai suatu pengalaman pribadi, tubuh sebagai suatu simbol natural yang melambangkan hubungan dengan alam masyarakat dan kebudayaan, dan tubuh sebagai artefak kontrol sosial dan politik.

Berbeda dengan Brooks melainkan oleh Andy Dufresne sebagai tokoh utama, Dufresne memiliki kesibukan yang berbeda dengan narapidana lainnya. Selama dua tahun pertamanya, dia harus menjalani rutinitas yang buruk, yakni menjadi petugas laundry dan selalu dianiaya oleh geng Sisters. Tidak lama kemudian kepala penjara mengetahui kalau Dufresne ialah orang yang pandai dan terpelajar. Kepala penjara memindahkan Dufresne sebagai petugas perpustakaan. Ternyata ada maksud lain dari kepala penjara memindahkan Dufresne ke perpustakaan. Kepala penjara menyuruh Dufresne untuk menjadi akuntan pribadi yang tugasnya menghitung pajak keuangan sang kepala penjara. Kepala penjara menyuruh untuk melakukan money laundry atau pencucian uang. Berkat kecerdikannya, Dufresne memanipulasi data sehingga uangnya lari ke sakunya sendiri.

Saat menonton film ini kita merasa berada dalam penjara selama 148 menit.  Melihat sosok Dufresne yang sangat sabar menjalani sisa-sisa hidupnya di dalam penjara. Ada satu hal yang menurut Dufresne berbeda. Dulu Dufresne seorang yang jujur, tapi setelah masuk penjara dia bisa berubah menjadi jahat. Klimaks dari film ini yakni berkat kecerdikan Dufresne dia berhasil keluar dari penjara melalui cara yang subversif, ia berhasil menjebol dinding penjara dengan palu kecil, hal itu butuh waktu selama 20 tahun dan melewati pipa kotoran sejauh 500 yard atau lima kali lapangan football. Hingga akhirnya ia berhasil mencairkan uang milik kepala penjara dan melaporkan kepada kepolisian bahwa di penjara Shawshank banyak sekali penindasan. [oleh Aris Syaiful Anwar]

Judul : The Shawshank Redemption
Pemain : Tim Robbins-Morgan Freeman
Penulis Naskah : Frank Darabont dari cerita pendek karya Stephen King
Director : Frank Darabont
Durasi : 142 menit

Produksi : Castle Rock Entertainment. 1994

Leave a Reply