Kuota Gratis: Sinyal Buruk Operator dan Nasib Kuliah Mahasiswa

Fasilitas kuota gratis yang diberikan sebagai bentuk dukungan pendidikan untuk pelaksanaan perkuliahan berbasis daring terkendala susah sinyal pada daerah pedesaan. Seperti yang dialami oleh Wanda Amalia Putri Widiarto, mahasiswi Jurusan Psikologi angkatan 2018, yang tidak dapat menggunakan fasilitas kuota gratis tersebut di daerah tempat tinggalnya. “Sudah coba dan berhasil akses tapi ternyata di rumah susah sinyal,” kata mahasiswi asal Kuta Selatan, Bali tersebut.

Fasilitas kuota gratis Indosat Ooredoo yang bekerjasama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini diberikan bagi mahasiswa dan sivitas akademika berlaku sejak tanggal 19 Maret-20 April 2020. Selain Indosat Ooredoo, ada juga kuota gratis dari Telkomsel yang dapat diakses hingga 30gb yang dapat diaktifkan sampai tanggal 30 April 2020.

Kendala dalam menggunakan fasilitas kuota gratis tersebut juga dialami oleh Rizal Oky Syahrudi, mahasiswa Jurusan Psikologi angkatan 2019.“Sudah ku aktifin tapi nggak bisa dipakai, malahan kuota regulerku yang kesedot, sinyalnya juga susah di rumah,” ujar Rizal.

Rizal pun juga bercerita tentang usaha yang dia lakukan agar tetap dapat melakukan kuliah daring. “Saya sampai ke kos teman saya di Jember hanya sekedar untuk numpang wifi, di Malang juga haruske kontrakan kakak tingkat demi dapat keefektifan kuliah daring,” jelas mahasiswa asal Puger itu.

Rizal mengatakan bahwa ia berharap agar kampus memberikan bantuan berupa subsidi untuk melaksanakan perkuliahan daring.“Kampus bolehlah misal mencontoh Universitas Al-Azhar Indonesia, memberi subsidi pulsa Rp100.000 yang dikalkulasikan untuk keringanan UKT semester depan,” kata Rizal.

M. Zainuddin selaku Wakil Rektor I menanggapi kendala susah sinyal dengan melakukan instruksi kepada para dosen untuk memaklumi masalah tersebut “Yang kesusahan jaringan biar bisa dimaklumi oleh dosennya, akan saya instruksikan kepada para dosen,” ujarnya.

Zainuddin juga mengusulkan bagi mahasiswa yang mengalami kendala dalam perkuliahan daring agar bernegosiasi dengan dosen terkait. Selain itu, Zainuddin juga memberi tanggapan pada usulan pengadaan subsidi. “Ya itu sudah dipikirkan, namun karena kita universitas negeri, jadi tidak mudah seperti universitas swasta. Harus ada aturannya,” tegasnya. Mengenai aturan yang dimaksudnya tersebut, Zainuddin tidak memberi penjelasan lebih dan tidak memberikan tanggapan lagi hingga berita ini di tulis.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close
LOKER ISU REDAKSI
merupakan wadah yang disediakan bagi seluruh sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dan masyarakat umum yang ingin menyalurkan isu untuk diangkat menjadi berita.
Klik di sini
MARI BERKONTRIBUSI
kami menerima karya dari kalian yang ingin menyuarakan gagasannya melalui tulisan
Klik di sini
Previous
Next