Mabna Butuh Tukang

Tampak rusuh dan kotor saat terjadi banjir di kamar mandi mabna Ibnu Sina – salah satu Mabna di Ma’had Sunan Ampel Al-aly (MSAA). Hal itu kerap terjadi kala hujan deras mengguyur, karena volume air bertambah sehingga menyebabkan air diselokan penuh. Penuhnya air tersebut lalu tertekan masuk kembali kedalam kamar mandi mabna.“Hampir semua Mabna juga gini kalau lagi hujan deras, Ibu pernah bilang ke tukang biar di benahi atau di gimanakan gitu, tapi sampai sekarang ya tidak ada tindak lanjut”. Tutur Asih, petugas kebersihan mabna Ibnu Sina

Kamar mandi yang sehari-harinya digunakan untuk mandi itu pun sepi. Abid Abdillah, salah seorang mahasantri ibnu Sina menuturkan, “Kalau mau kuliah kan butuh mandi, kalau udah kayak gini ya harus nyari kamar mandi di tempat lain.” keluhnya. Hal yang senada pun diungkapkan oleh Zhilalul Islam, “Kalau kamar mandi banjir itu njijiki mas, terus kalau pengen nyuci repot muter nyari tempat.”Ungkapnya

Luthfi Aminullah selaku Murobbi menjelaskan, pembenahan kamar mandi yang banjir di mabna masih dalam proses. ”Masih ngantri ini, tukangnya cumin sedikit sedangkan yang harus di benahi banyak. Perbaikannya memang lama, yang bikin lama itu nunggu anggaran dari rektorat. Kita sih sudah menyetorkan berkali kali”. Jelasnya

Thoyib, salah seorang tukang di MSAA merasa kewalahan dengan jumlah tukang yang ada. Ia merasa jumlah tukang dengan keperluan yang harus dikerjakan tidak sebanding, ”Renovasi pos satpam pun kami yang menangani.” Ucapnya. Jumlah keseluruhan total tukang yang ada sekarang (28/6) hanya dua, dengan tanggungjawab Sembilan Mabna.

Keterbatasan tukang untuk menangani kerusakan Ma’had sudah berangsur bertahun-tahun. Rencana penambahan tukang baru pun masih sekedar wacana, itu pun hanya di tambah dua tukang saja, seperti yang di ungkapkan Wakil Rektor bidang administrasi umum, Sugeng Listyo Prabowo, ”Sekarang Ma’had kita suruh nyari dualagi, biar ada empat pak tukang”ungkapnya.

Miris, melihat ma’had yang menjadi pilar penting kampus, seakan diurus sekadarnya saja. Zhilalul berharap permasalahan ini akan segera diatasi, , ”Ya moga cepat di benahi, biar besok nggak banjir lagi.” harapnya. [Ali Zia Husnul Labib]

Leave a Reply