Mahasiswa Tanyakan Alasan Keterlambatan Fasilitas PBAK

Hari pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang (13/08), mahasiswa baru belum mendapatkan fasilitas dasi, topi, kaos dan jas almamater pada. Hal ini menjadi pertanyaan di kalangan mahasiswa baru. Salah satunya M Sholih Salimul Uqba, mahasiswa baru jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). “Saya tidak tahu alasan keterlambatan dan mengapa dari panitia tidak ada yang memberi informasi terkait alasan keterlambatannya,” terangnya.

Selain itu, Farah Fauzia Maulahibati dari jurusan Biologi mengharapkan jas almamater sudah dikenakan pada hari pertama PBAK. “Seharusnya, kan perlengkapan PBAK seperti jas almamater dibagikan terlebih dahulu,“ ujarnya melalui pesan via Whatsapp. Pernyataan Farah sesuai dengan Pedoman PBAK Bagi Mahasiswa Baru bagian Tata Tertib. Dalam pedoman itu tertulis, pakaian yang dikenakan pada saat kegiatan adalah baju putih, rok/celana hitam dan berjas almamater.

Menurut wakil ketua panitia dari pihak mahasiswa, Uswatun  Khasanah Makluf, hanya panitia dari pihak dosen yang mengetahui kejelasan alasan keterlambatan fasilitas PBAK. Sedangkan panitia dari mahasiswa tidak mengetahuinya. “Saya mau menyampaikan takut salah juga,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Abdul Aziz, Panitia Pemeriksa Hasil Pengadaan mengatakan kalau UIN Maliki Malang bekerjasama dengan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Menurut informasi di laman lpse.kemenag.go.id, LPSE merupakan unit kerja yang dibentuk di seluruh kementerian/lembaga/satuan kerja perangkat daerah/institusi lainnya untuk menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan barang/jasa secara elektronik.

Aziz mengaku ada masalah pada saat pelelangan dan pemenang tender. “Masalah pertama itu, sistem aplikasi dari  LPSE sempat eror,” katanya. Sehingga, lanjut Aziz, UIN Maliki Malang baru bisa mengajukan pelelangan lagi pada bulan januari 2018.

Masalah selanjutnya, masih menrut Aziz, ada pada pemenang tender. Tender atau tawaran untuk mengajukan harga dengan sistem lelang almamater dan fasilitas PBAK lainnya dimenangkan oleh CV. Amarta Wisesa. Aziz kecewa karena CV. Amarta Wisesa tidak konsisten dalam melakukan proses produksi.

Aziz mengatakan, seharusnya tanggal 23 Juli 2018, CV. Amarta Wisesa telah mengirimkan setengah dari jumlah yang dipesan. Tapi, lanjutnya, sampai bulan Agustus belum ada pengiriman dari perusahaan. Aziz juga telah melayangkan surat peringatan kedua kepada pihak perusahaan. “Sanksi bagi penyedia-penyedia yang tidak konsisten yaitu tidak akan dibayar meskipun telah melakukan pengiriman apabila telah mendapat surat peringatan ketiga,” ungkapnya.

Mengenai keterlambatan pengiriman almamater, turut dibenarkan oleh pemenang lelang yakni pihak CV. Amarta Wisesa. “Kendala keterlambatan dikarenakan hari libur lebaran,” ujar salah satu pihak perusahaan melalui telepon. Terkait surat peringatan yang dilayangkan oleh pihak UIN Malang, perusahaan tekstil tersebut juga membenarkan bahwa telah menerima surat peringatan tersebut []

Leave a Reply