Mastar Kehilangan (Lagi)

Jum’at (23/2) pukul 20.52 WIB, warga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang digegerkan dengan adanya penangkapan maling di lantai 1 Masjid At-Tarbiyah (Mastar). Maling tertangkap oleh satuan pengamanan (satpam) dan mahasiswa saat merogoh tas milik salah satu mahasiswa yang tengah melakukan salat Isya seusai mengikuti Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA).

Muhammad Iwan Burhani, mahasiswa semester 2 Jurusan Bahasa dan Sastra Arab yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Iwan mengaku tidak menyadari bahwa tas miliknya dirogoh oleh maling. “Pas waktu sholat saya itu kan masbuq, saat imam sudah selesai saya masih tinggal dua rakaat. Pas saat rakaat ketiga saya berdiri, saya ada firasat dengar suara-suara kayak orang kelahi tapi gak saya hiraukan, saya lanjutkan sholat saya, setelah saya sampai rakaat terakhir. Teman saya Ardi datang sambil membawa tas dan bertanya pemilik tas tersebut setelah saya mengakui tas itu, kemudian diajak menuju ke kantor satpam, lalu saya ditanya oleh satpam kemudian diinterogasi”, cerita Iwan saat ditanya terkait kronologi kejadian.

Saat dilalukan pengecekan oleh satpam, di dalam jok motor pelaku ditemukan 4 buah handphone (HP), beberapa charger dan satu benda tajam berupa pisau. Identitas pelaku belum jelas, karena saat kejadian ia tidak membawa kartu identitas. Namun berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Gatot, selaku satpam yang juga memergoki pelaku saat beraksi, pelaku berasal dari daerah Kepanjen, Kabupaten Malang.

Tri Nanda, salah satu satpam, menyebutkan bahwa di UIN Malang telah terjadi lebih dari 20 kasus pencurian. Satpam lain yang bernama Gatot pun mengamini perkataan Tri Nanda. Menurut Gatot pula, kasus-kasus tersebut terjadi selama dua minggu belakangan. “Kasus-kasus itu terjadi selama dua minggu ini,” sambung Gatot.

Iwan juga menceritakan bahwasanya pencurian di Mastar sudah sering terjadi. Ia dan teman-temannya sudah mencurigakan si pelaku. “Kejadiannya sudah berkali-kali sejak 4 hari yang lalu berturut-turut dari teman-teman maba (mahasisa baru_red) yang kehilangan, teman saya ini (Ardi_red) sudah menyiasati karena pelaku sudah terlihat mencurigakan gerak-geriknya dari jam 2 siang, keliling-keliling di Mastar,” ujar Iwan.

Ardi Zarhan, mahasiswa Jurusan Manajemen yang menjadi saksi sekaligus orang yang mengatur skenario penangkapan maling bersama satpam, menjelaskan bahwa ia sudah lama mencurigai pelaku. Berbagai cara sudah ia coba untuk mengelabuhi pelaku, namun tidak berhasil. “Pertama kan teman saya kehilangan HP, tapi yang terbaru hari Rabu. Nah, dari situ sudah ada info yang dicurigain orang ini. Ya kita awasi, namanya kan belum ada bukti. Kita pancing, taruh tas, ternyata gak bisa. Orang ini mencurigakan, selalu duduk di belakang. Dia datang jam 2 siang sampai Isya gak pulang-pulang,” terang Ardi menjelaskan si pelaku.

Menanggapi permasalahan ini, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Rumah Tangga, Fauzan Al-Mansur, yang membawahi bidang Keamanan mengatakan bahwa hal ini terjadi karena jumlah satpam yang ada di UIN Malang tidak berbanding dengan jumlah warga kampus, juga dengan metode pengamanan yang terlihat masih kurang. “Jumlah satpam kita kan terbatas. Rasionya saja sudah gak sesuai. Sekarang ada 66 satpam yang akan ditambahi lagi menjadi 86. CCTV ada yang padam di dalam masjid sekitar tangga lingkar, nanti akan kita cek agar perangkat itu(Kamera CCTV_red)  kembali aktif agar dapat membantu proses pengawasan, lah selama ini kan monitor CCTV kan gak di Mako (Markas Komando_red) seharusnya kan monitoring terpusat”, ujar Fauzan.

Saat ditanya mengenai kasus kehilangan di UIN Malang, Fauzan menjawab sudah banyak. “Banyak (laporan_red) yang masuk ke saya dari kurun waktu 2017,” ujar Fauzan. Guna mengatasi hal ini, selanjutnya pihak keamanan akan mengadakan evaluasi terkait dengan metode keamanan yang ada di UIN Malang. “Mengontrol dan mengawasi pada saat-saat kegiatan. Di samping itu kita juga akan mengevaluasi perangkat pendukung dalam rangka mengamankan. Metodenya ini yang harus disempurnakan,” tambah Fauzan. Tri Nanda selaku petugas satpam juga menghimbau agar civitas akademika UIN Malang dapat bekerja sama dalam menjaga keamanan dalam kampus “Yang perlu digarisbawahi ya bantuan seluruh masyarakat kampus biar sama-sama menjaga keamanan kampus,” ujarnya.[]

Leave a Reply