MayDay, Buruh, dan Upah

Peringatan Hari Buruh Internasional atau yang biasa disebut dengan MayDay dan diperingati setiap tanggal 1 Mei, dirayakan oleh buruh dengan aksi di Alun-alun kota Malang. Para buruh menuntut hak-hak mereka, salah satunya adalah upah gaji minimum yang belum terpenuhi.

Para buruh yang tergabung dalam Sekrtariat Bersama (Sekber) Peringatan 1 Mei itu menolak kenaikan upah buruh tahun 2017 dari Rp. 2.099.000 menjadi sebesar Rp. 2.272.160,50. Menurut Firman Rendi, anggota Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI), kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) itu hanya berdasarkan data survei Badan Pusat Statistik (BPS), bukan hasil survei lapangan. “Kami sudah melakukan survei lapangan langsung, dengan hasil yang seharusnya Rp. 2.816.059,” ujarnya.

Novada, anggota Sekber 1 Peringatan Hari Buruh, mengatakan bahwa kenaikan upah buruh ini harus ditolak. “Tolak politik upah murah, kayak di bawah UMK kita tolak secara meluas, bahwasanya segala sesuatu yang tidak sesuai dengan standar kehidupan buruh kita tolak,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan buruh ini, Yoyok, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Malang mengatakan bahwa tuntutan idu sudah ada mekanisme dan regulasinya. “Tuntutan buruh ini adalah hal yang wajar dan manusiawi,” ujar Yoyok.

Namun, anggota Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI), Misdi Muhammad menilai pemerintah kurang tanggap dalam menangani tuntutan buruh. “Pemerintah kalau orang jawa itu bilang lek di kandani kiwo metu tengen, di kandani tengen metu kiwo (kalau dibilang kiri keluar kanan, dibilang kanan keluar kiri), ya itu pemerintah hari ini.” Koordinator Lapangan (Korlap) Sekber Peringatan 1 Mei 2017 tersebut melanjutkan bahwa buruh tidak akan menyerah dan terus menuntut pemerintah untuk memenuhi hak-hak mereka. “Para buruh tidak mudah menyerah dan terus berupaya untuk menuntut hak-hak mereka,” ujarnya. [Gita Niken Madapuri]

UAPM Inovasi
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI, salah satu lembaga pers mahasiswa di Kota Malang, yang masih peduli dengan permasalahan sosial di lingkungan kampus serta sekitarnya.
http://uapminovasi.com

Leave a Reply