Memantau Persiapan OPAK 2016

Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang tahun 2016, mengusung tema “Revitalisasi Cita-Cita Proklamasi Berjiwa Ulul Albab”. Hal tersebut, menurut Muhammad Atho’ Ubaidillah, selaku Koordinator Steering Commite (SC) diartikan sebagai perwujudan cita-cita proklamasi, yang diharapkan dapat diwujudkan oleh mahasiswa baru (maba).

Menurut Atho’, OPAK diadakan dengan tujuan untuk mengenalkan tradisi akademik dan sistem yang ada di UIN Maliki Malang. Dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 25/DIKTI/Kep/2014, juga tertulis mengenai tujuan dari OPAK, yaitu memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, khususnya kegiatan pembelajaran dan kemahasiswaan.

Sebelum menjalani kegiatan OPAK, maba diinstruksi untuk melakukan cek kesehatan terlebih dahulu. Pada tahun 2015 lalu, masih ada penarikan dana kepada beberapa maba untuk membayar cek kesehatan yang dilaksanakan oleh tim kesehatan OPAK. Seperti pengakuan Nur Azizah, mahasiswi jurusan Psikologi angkatan 2015. Ia diminta membayar sebesar 15 ribu saat melakukan cek kesehatan. “Saya ditarik 15 ribu saat cek kesehatan, untuk tes darah,” ungkapnya.

Namun, pada tahun 2016 ini, penarikan dana cek kesehatan kepada maba akan ditiadakan. Hal tersebut diungkapkan oleh Mujaid Kumkelo selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan. Memorandum of Understanding (MoU) pun telah dilakukan antara Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Malang bersama UIN Maliki Malang. “PMI nanti membuat surat bahwa dia butuh dana, semisal untuk darah. Sepanjang itu ada di MoU dan nominalnya disebutkan itu sah- sah saja, dan uangnya diberikan oleh kampus,” ungkap Mujaid.

Tapi maba masih diwajibkan untuk membayar kebutuhan penugasan OPAK, dengan nominal sebesar 105 ribu. Menurut Marzuki, selaku Ketua Pelaksana OPAK tahun 2016, kebutuhan penugasan itu kembali kepada maba sendiri, bukan dinikmati oleh panitia. Atho’ pun menambahkan, bahwa yang menjual barang-barang penugasan bukan dari panitia OPAK, melainkan dari Koperasi Mahasiswa. “Kalau ada pungutan dari panitia, itu baru namanya pungli,” ucap Atho’.

Lalu, dari aspek keamanan, pihak kemahasiswaan telah berkoordinasi dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) beserta jajarannya untuk memastikan tidak akan ada tindak kekerasan. Marzuki menyatakan bahwa OPAK tahun 2016 ini dipastikan aman. “Dari segi keamanan tidak menyebabkan kerusuhan apapun,” jelasnya. Namun, Atho’ mengungkapkan bahwa Disiplin Mahasiswa (Disma) dalam OPAK tahun ini masih akan melakukan bentak-bentak seperti tahun lalu dengan alasan kedisiplinan.

Kasus kekerasan dalam pelaksanaan OPAK memang sempat terjadi pada tahun sebelumnya. Dalam Koran Tempel Q-Post edisi tanggal 26 Agustus 2015, tertulis bahwa dalam OPAK tahun 2015 terjadi kekerasan psikis berupa bentak-bentakan. Kasus kekerasan tersebut mengakibatkan sejumlah mahasiswa tertekan.

Selain itu, pada tahun 2013, kekerasan saat pelaksanaan orientasi pengenalan akademik juga sempat menimpa Fikri Dolas Mantya Surya. Maba Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tersebut meninggal setelah mengikuti orientasi pengenalan akademik di tingkat jurusan. Menurut dugaan Farid Fathoni, Kepala Kepolisian Sektor Sumbermanjing Wetan, Fikri meninggal lantaran kekerasan fisik yang dilakukan oleh panitia orientasi pengenalan akademik.

Alvina Dilla Fudhla, maba jurusan Bahasa dan Sastra Arab mengaku telah menyiapkan atribut dan mentalnya menjelang pelaksanaan OPAK tahun 2016. Namun, ia berharap tidak akan ada kekerasan. “Saya berharap tidak ada kekerasan yang bersifat bully-an lah,” tambahnya. Untuk menindaklanjuti apabila ada pihak-pihak yang melakukan tindak kekerasan, Mujaid menyatakan akan memproses secara hukum. “Panitia DEMA dan Organizing Committee-nya itu sudah kita wanti-wanti, kalau ada yang bertindak kriminal akan saya laporkan. Dan  jika ada indikasi tidak memanusiakan manusia akan sama-sama  kita lawan,“ pungkasnya. [Siti Romlah]

UAPM Inovasi
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI, salah satu lembaga pers mahasiswa di Kota Malang, yang masih peduli dengan permasalahan sosial di lingkungan kampus serta sekitarnya.
http://uapminovasi.com

One thought on “Memantau Persiapan OPAK 2016

  1. Yang belum saya pahami dari berita ini adalah bagaimana bisa bentak-bentakan di tahun ini tidak akan menimbulkan kekerasan? Dan mohon untuk diperjelas kata “tertekan” yang dialami maba 2015 lalu itu seperti apa.

Leave a Reply