Mengapa UAPM Inovasi Mengkritik Kampus?

Anggaran dana pagu UKM Unit Aktifitas Pers Mahasiswa (UAPM) Inovasi sempat dibekukan pada 23 Agustus 2018 lalu. Pembekuan itu dikarenakan pihak kemahasiswaan UIN Maliki Malang merasa dirugikan dengan satu tulisan di website uapminovasi.com. Tulisan yang dimaksud adalah opini dengan judul “Kampus Fulus Albab”.

Pihak kemahasiswaan merasa keberatan dengan judul itu, karena menyinggung cita-cita kampus yang ingin mencetak generasi “Ulul Albab” (manusia yang selalu berakal dan berfikir). Namun, pihak kemahasiswaan tidak mau memberikan Hak Jawab. Sehingga Tim Redaksi memutuskan untuk mengganti judul menjadi “Tarif Baru Penggunaan Sarana dan Prasarana Kampus”.

Tim Redaksi juga mengubah satu kalimat di paragraf terakhir yang sebelumnya “Bagaimana bisa mencetak generasi Ulul Albab bila sistem yang ada di kampus masih Fulus Albab (Mementingkan Uang)” menjadi “Bagaimana bisa mencetak generasi Ulul Albab bila kebijakan yang ada membuat mahasiswanya terbebani untuk menggunakan sarana dan prasarana kampus”.

Setelah melakukan penggantian judul dan isi tulisan yang ada kalimat “Kampus Fulus Albab” itu, anggaran dana pagu UAPM Inovasi tidak dibekukan lagi. Tapi, setelah semua itu selesai, UAPM Inovasi mengalami kesulitan dalam melakukan kerja jurnalisme.

Pada tanggal 06 september 2018, saya mengajukan surat permohonan data jumlah mahasiswa 2016, 2017, dan 2018 yang terbaru kepada Bagian Administrasi Akademik. Data jumlah mahasiswa itu nantinya digunakan untuk keperluan polling yang dilakukan UAPM Inovasi. Polling itu tentang “kesesuaian penentuan kelompok UKT” serta “transparansi UKT dan biaya pengembangan kelembagaan dan pendidikan ma’had”.

Namun, Hilmy selaku Kepala Bagian Akademik tidak memberikan data yang saya inginkan. Hilmy mengalihkannya kepada Achmad Heru Achadi, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama. Tapi Heru juga tidak memberi data itu dan mengalihkannya ke Zainudin selaku Wakil Rektor I untuk mendapat izin. Setelah ke Zainudin, ia juga tidak mengizinkan data jumlah mahasiswa itu diberikan.

Ketika dikonfirmasi kepada Alam selaku Sekretaris Wakil Rektor I, alasan tidak diizinkannya data itu diberikan karena UAPM Inovasi masih bermasalah. UAPM Inovasi dinilai bermasalah karena kritik-kritik kepada kampus yang disampaikan lewat tulisan. Walupun tulisan yang dipermasalahkan sudah selesai. UAPM Inovasi diminta untuk tidak mengkritik kampus dalam sementara waktu, tapi menulis yang baik-baik tentang kampus dulu.

Dengan kondisi seperti ini, saya kira perlu untuk menyampaikan alasan mengapa UAPM Inovasi mengkritik kampus. Alasan ini saya sampaikan lewat tulisan karena dalam setiap kesempatan bertemu dengan pihak kampus, alasan kami tidak mau didengar oleh mereka.

Mengenai tulisan-tulisan yang cenderung mengarah ke kritik, kami tak bermaksud mencemarkan nama baik kampus, maupun Almamater. Namun, tulisan-tulisan kritik yang kami sajikan adalah bentuk sikap kami terhadap situasi dan kondisi di Universitas. Bahwa kami tidak bisa diam ketika sivitas akademika merasa resah dengan situasi dan kondisi yang ada di kampus. Kami harus bersuara, melalui tulisan.

Dengan menyajikan tulisan-tulisan kritik, bukan berarti kami ingin mengumbar aib Universitas. Tapi kami ingin menyampaikan pesan melalui tulisan-tulisan kritik sebagai evaluasi bagi kampus. Supaya kampus bisa berkembang menjadi lebih baik dan mewujudkan tujuan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kami sadar bahwa UAPM Inovasi mendapat dana operasional dari kampus, kami juga sadar bahwa kampus juga mendapatkan dana dari biaya kuliah yang dibayar oleh seluruh mahasiswa. Maka dari itu, dengan menyajikan tulisan-tulisan kritik bukan berarti kami ingin menyalahgunakan dana yang kami dapatkan.

Sebagai sivitas akademika, kami ingin menggunakan kebebasan akademik sesuai yang tertera dalam Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, serta Peraturan Menteri Agama nomor 15 Tahun 2017 Tentang Statuta Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Bahwa, kebebasan akademik merupakan kebebasan Sivitas Akademika dalam Pendidikan Tinggi untuk mendalami dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi secara bertanggung jawab melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Dalam Buku Pedoman Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Irahim Malang, disebutkan bahwa UAPM Inovasi termasuk Organisasi Kemahasiswaan Bidang Khusus Penalaran Ilmiah. Dalam BAB I Penalaran Ilmiah tertulis, “Untuk dapat memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada mahasiswa dalam mengembangkan potensinya, khususnya bidang penalaran, maka Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang memberikan fasilitas yang memungkinkan untuk dapat dijadikan wahana yang tepat dalam mengekspresikan kreativitas dan inovasi berpikir mahasiswa secara optimal”. Sehingga, menurut kami tulisan itu merupakan sebuah bentuk mengekspresikan kreativitas dan inovasi berpikir mahasiswa secara maksimal.

Serta, dalam Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pasal 1 ayat 3 disebutkan, bahwa kebebasan akademik adalah suasana yang menjamin setiap orang dapat menyampaikan dan menerima gagasan atau pemikiran serta mengujinya secara jujur dan terbuka berdasarkan nilai-nilai akademik. Sehingga, menurut kami tulisan itu merupakan bentuk dari kebebasan akademik.

Selain itu, sebagai media kritis di UIN Maliki Malang, kami ingin menjalankan fungsi pers sebagai kontrol sosial sesuai Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999. Dalam Bab II tentang Asas, Fungsi, Hak, Kewajiban dan Peranan Pers, pasal 3 ayat 1 disebutkan, pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.

Maka dari itu, jika pihak kampus tetap merasa tidak nyaman atau dirugikan dengan tulisan yang kami sajikan, pihak kampus bisa mengirimkan tanggapan (berupa koreksi, saran, sanggahan, kritik) dalam bentuk tulisan. Sesuai yang tertera dalam Undang-Undang Pers pasal 1 ayat 11 dan 12 tentang Hak Jawab dan Hak Koreksi. Pembaca bisa mengirimnya lewat email uapminovasi @gmail.com atau mendatangi kantor UAPM Inovasi di Gedung Student Center lantai 1. Kami berterimakasih atas setiap kritik dan saran yang disampaikan pembaca, sehingga UAPM Inovasi juga bisa berkembang menjadi lebih baik lagi.

Semoga, dengan apa yang dialami UAPM Inovasi ini, kita bisa lebih berani lagi dalam menyampaikan pendapat, termasuk kritik, selama pendapat itu mempunyai dasar yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Karena kebebasan akademik adalah milik seluruh mahasiswa dan kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah Hak Asasi Manusia yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. Dan semoga, kita bisa menyikapi setiap kritik dengan cara-cara akademik yang lebih sehat. Bukan malah menyikapinya dengan ujaran ketidaksukaan maupun tindakan sewenang-wenang.

Salam Setengah Merdeka…!!!

Leave a Reply