Menunggu Janji Setahun Silam

“Segala rencana harus diukur dan diatur, agar tidak menjadi mimpi yang kabur.” Tulisan yang dibawa seorang demonstran, yang tergabung dalam keluarga besar mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE). Mereka mengajak mahasiswa Fakultas Ekonomi, untuk ikut aksi demo di depan Fakultas Ekonomi (12/06). Selebaran surat perjanjian ditempelkan dan dibagikan pada mahasiswa berisikan delapan tuntutan yang mereka perjuangkan sejak satu tahun silam, ketika pemilihan dekan fakultas ekonomi pada tanggal 21 Mei 2013.

Pada saat pemilihan Dekan Fakultas Ekonomi itu, seluruh OMIK FE membuat dan menandatangani surat perjanjian  bermaterai yang ditandatangani pula oleh dekan terpilih Fakultas Ekonomi Salim Al Idrus. Surat perjanjian tersebut berisikan, kesiapan dekan FE terpilih untuk memenuhi delapan tuntutan mahasiswa.

Dari delapan tuntutan yang dilayangkan kepada pihak birokrat FE. Pada poin ketiga, mahasiswa menuntut birokrat fakultas melengkapi dan memperbaiki fasilitas penunjang akademik. Seperti LCD yang kurang layak, kursi yang masih kurang, dan kurangnya jumlah kantor Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di gedung Soeharto. Hingga saat ini pun belum ada tuntutan yang sudah terealisasi, “Selama satu tahun ini tidak ada bentuk realisasi dari apa yang kita tuntut”, ujar Moch Hasan Zubaidi, selaku Koordinator Lapangan (korlap).

Menurut Salim Al idrus, selaku Dekan Fakultas Ekonomi permasalahan Ruang HMJ merupakan ranah kewenangan universitas. Menurutnya Fakultas hanya mengurusi urusan yang berkaitan dengan fasilitas fakultas yang masih kurang seperti LCD, Kursi, dan AC Laboratorium.

Terdapat empat HMJ yang berada dalam naungan Fakultas Ekonomi. Yaitu, HMJ Manajemen, Akutansi, D3 Perbankan syari`ah dan S1 Perbankan syari`ah yang hingga kini masih dalam satu kantor. Pengajuan pemisahan ruangan kantor HMJ sebenarnya sudah dilakukan sejak angkatan pertama jurusan Akuntansi hadir di fakultas ekonomi.

Kondisi tersebut, berimbas pada ketidakefektifan kegiatan atau program kerja (PROKER) masing-masing HMJ. Seperti yang dialami oleh Haris Al Khoeri, Ketua HMJ Manajemen. menurutnya Pengurus HMJ, sering merasa “sungkan” ketika mau menggunakan kantor HMJ jika pengurus HMJ lain sedang menggunakan kantor. Hal ini kemudian berdampak pada berkurangnya intensitas kegiatan HMJ.

Ketua HMJ Manajemen mencontohkan, sekitar dua minggu yang lalu mahasiswa hmj akuntansi dan hmj manajemen mengadakan rapat di hari yang sama. Alhasil HMJ Akuntansi menggunakan kantor pukul 15.00 WIB, sedangkan HMJ Manajeman pukul 16.00 WIB. Dengan hanya selisih satu jam saja, selisih waktu itu dirasa tidak mencukupi.

Dalam Tulisan Buletin Patriotik edisi Juni 2013 dengan judul “Masih Numpang Ruang OMIK lain”, Heru selaku ketua bagian Umum Universitas saat itu mengatakan Permasalahan pembagian Kantor HMJ sepenuhnya merupakan kewenangan Kemahasiswaan. Sedangkan kemahasiswaan sendiri berdalih sebaliknya. Hingga kini tidak ada yang berani bertanggungjawab atas permasalahan kantor HMJ Fakultas Ekonomi. Perjanjian yang dibuat oleh seluruh jajaran OMIK Fakultas Ekonomi dengan Dekan pun kini tinggal janji yang menunggu realisasi.[Penulis : Ahmad Ilham Ramadhani]

Leave a Reply