Merah dan Putihnya Machfud M.D

Senin (6/5), ada seminar nasionar dengan judul “Korupsi dan Masalah Hukum di Indonesia”. Mohammad Machfud M.D menjadi narasumber di gedung aula Mm pascasarjana lantai tiga, universitas Gajayana.

Rosidi, rektor univesitas Gajayana, dia mengatakan kalau acara ini sebagai rangkaian acara ulang tahun universitas yang ke-33. Rosidi juga menyambut kedatangan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dan juga calon Presiden 2014 ini. ”saya berterima kasih kepada bapak Machfud M.D karena dengan aktivitas yang padat masih sempat hadir di seminar nasional ini” ujar Rosidi saat sambutannya.

Mahcfud M.D membincangkan dua hal tentang korupsi di Negeri ini. orang-orang terlanjur kreatif untuk berbuat korupsi dan tidak seimbangnya prinsip demokrasi dan monokrasi. Pada orde baru terjadi sentralisasi penguasaan. Demokrasi dijadikan alat untuk menumpuk uang.

”Sebelum pemimpin daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dipilih oleh rakyat, banyak terjadi korupsi karena kebijakan pemimpin daerah selalu terkekang oleh DPRD. DPRD dikuasai oleh orang-orang tertentu yang menguntungkan pihak perseorangan bukan masyarakat. Setelah undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemilihan langsung, pemimpin daerah dan DPRD dipilih langsung oleh rakyat. Praktek korupsi berkurang kalau pemimpin dipilih langsung oleh rakyat” ujar Machfud M.D.

”Tapi masyarakat sudah terlanjur kreatif untuk korupsi.  Pemerintah tidak korupsi malahan pimpinan partai politik yang korupsi. Orang-orang selalu mencari celah hukum yang lolos dari korupsi” jelas Mahcfud M.D dengan ketawa kecil.

Mahcfud M.D berbicara hal yang kedua tentang korupsi ”tidak seimbangnya prinsip demokrasi  dan monokrasi. Dimana pemerintahan oleh penguasa tidak seimbang dengan rakyatnya, terjadi korupsi di semua instansi. Contoh kecil saja korupsi di masjid, takmir meminta tolong untuk sumbangan peralatan sound system karena sound system yang dulu dicuri orang. Tapi kenyataanya takmir tersebut menjual sound system untuk kepentingan pribadinya”

”Negara ini bisa hancur karena korupsi” tegas Mahcfud M.D

Dia memberikan solusi yaitu dengan merubah watak orang-orang negeri ini. merah dan putih, merah berarti berani dan putih berarti suci atau bersih. Apabila watak orang-orang negeri ini berani dan bersih maka korupsi tidak akan terjadi, baik masyarakat, aparat, sampai pemerintahan.

Diakhir seminar, Machfud M.D ditanya apakah dia siap menjadi calon presiden?. Dia dengan tegas menjawab siap maju sebagai calon presiden. ”Kalau ada calon yang lebih baik, pilihlah yang terbaik. Tapi yang maju saat ini gak hebat-hebat amatlah” kata Machfud M.D dengan senyum.[Aris Syaiful Anwar]

Leave a Reply