Mohammad Iqbal: Kalau Mau Berhenti, Dengarkan Kami!

“Kendeng lestari!” teriak Mohammad Iqbal, koordinator Aliansi Malang Peduli Kendeng yang diikuti peserta aksi Solidaritas Malang Peduli Kendeng. Aksi pada Rabu (23/3) di depan Kantor DPRD Kota Malang sebagai bentuk kekecawaan atas sikap pemerintah yang terkesan tak perduli terhadap konflik agraria di pegunungan Kendeng. “Ketika bu Patmi meninggal, orang istana hanya menyuruh menghentikan aksi,” ujar Iqbal. Patmi merupakan wanita berumur empat puluh delapan tahun yang meninggal saat melakukan aksi menyemen kaki pada Selasa, 21 Maret 2017.

Padahal menurut Iqbal, pemerintah seharusnya mengabulkan permintaan petani Kendeng agar  izin operasi PT. Semen Indonesia dicabut. “Kalau mau berhenti (aksi menyemen kaki_red), dengarkan kami,” tutur Iqbal.

Menurut Abdul Hafidz Ahmad peserta aksi, sekaligus Kader Fron Nahdliyin untuk Keadulatan Sumber Daya Alam, bahwa sebenarnya upaya advokasi juga sudah lama dilakukan. “Advokasi sudah jalan tiga tahun dari teman-teman Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK). Namun belum gol,” ujarnya.

Semen Indonesia sendiri telah dua kali kalah di pengadilan. Pertama, pada tahun 2009 PT. Semen Indonesia melawan warga samin di Kabupaten Pati, Jawa Tengah dalam gugatan di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Mahkamah Agung (MA). Hal ini menyebabkan bergesernya lokasi PT. Semen Indonesia ke Kecamatan Gunem, Rembang. Lalu, pada 25 Oktober 2006 MA juga mengeluarkan Putusan Peninjauan Kembali (No Register 99 PK/TUN/2016) terhadap PT. Semen Indonesia yang akan mendirikan pabriknya di Desa Kandiwono. Namun, pada 9 November 2016 Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, mengeluarkan adendum kepada PT. Semen Indonesia yang dicabutnya sendiri pada 17 Januari 2016. Tidak sampai disitu, Ganjar kembali mengeluarkan izin baru kepada PT. Semen Indonesia untuk menambang dan membangun pabrik. Sikap ganjar yang tidak konsisten tersebut memicu terjadinya aksi menyemen kaki di depan Istana Negara pada 20 Maret 2017. Setelah mengikuti aksi inilah, Patmi dikabarkan tutup usia.

Aliansi Malang Peduli Kendeng, dalam press realeasenya menyampaikan tuntutan agar Presiden Jokowi menghentikan izin oprasi PT. Semen Indonesia. Menghentikan pembangunan infrastruktur yang megusir rakyat dari ruang hidupnya. Mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk taat hukum terhadap Putusan MA PK No. 99 PK/TUN/2016, dan mendesak rezim jokowi untuk menjalankan kedaulatan politik dan ekonomi dengan tidak menjajakan indonesia dagangan dan lahan yang ramah investasi.

Jika tuntutan tersebut tidak dikabulkan, Iqbal mengatakan akan melakukan aksi serupa dengan massa aksi yang lebih banyak lagi. “perjuangan kendeng belum selesai,” tutupnya. [Achmad Gilang Rizkiawan]

UAPM Inovasi
Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) INOVASI, salah satu lembaga pers mahasiswa di Kota Malang, yang masih peduli dengan permasalahan sosial di lingkungan kampus serta sekitarnya.
http://uapminovasi.com

Leave a Reply