Persiapan Panitia OPAK 2013

Malang- Kemarin, 16 Juli 2013 panitia OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan rapat bersama untuk memastikan kesiapan panitia menghadapi OPAK 2013. Rapat tersebut digelar di gedung C lantai tiga pada pukul 14.00-16.00 WIB. Dalam rapat tersebut dihadiri oleh beberapa tim dan sie, di antaranya Sie. Acara, Sie. Sekretariat, Sie. Penugasan, Sie. Evaluator, Sie. Advokasi, Sie. Humas, Tim Kasih Sayang, Tim Pendamping, Tim Kesehatan, Tim Keamanan, Sie. Konsumsi, dan Sie. Akomodasi. Rapat tersebut diadakan untuk memastikan seberapa jauh kesiapan para panitia OPAK 2013 hingga H-3 dalam menghadapi OPAK. Sebelum rapat universal (rapat yang diikuti seluruh sie) dibuka, rapat per-tim dilakukan. Setiap tim berkumpul untuk membicarakan tugasnya. Setelah rapat per-tim selesai, maka dibukalah rapat universal yang dipimpin langsung oleh ketua panitia, M. Faiq Mushaffan. Faiq memberi kesempatan kepada perwakilan tim untuk melaporkan hasil rapat per-timnya.

Dimulai dari perwakilan Sie. Acara, konsep yang dirancang gagal (tanpa penjelasan yang jelas). Sie. Acara mengatakan bahwa 70% teknis siap. Dalam opening ceremony akan ada beberapa sambutan dan pembukaan OPAK 2013 oleh rektor UIN Maliki disertai pelepasan balon. Acara lain adalah kuliah tamu yang akan dihadiri oleh Ali Mas’ud Musa dan Prabowo Subianto. Closing ceremony dilaksanakan di gedung Jendral Besar H. M. Soeharto pada tanggal 23 Agustus pukul 18.30, terdapat persidangan untuk peserta OPAK yang terkena hukuman, setelah itu ditutup dengan pesta kembang api.

Sementara kesiapan Sie. Sekretariatan yang bertugas menyediakan fasilitas yang wajib dimiliki peserta OPAK 2013. Koordinator Sie. Sekretariatan, Ihya Uddin mengatakan, “Pendistribusian kaos OPAK secara bertahap, tahap awal pada tanggal 13 Agustus sejumlah 1950 kaos, kedua 16 Agustus (siang hari) sejumlah 550 kaos dan malamnya 298 kaos, 17 Agustus (pagi hari) sejumlah 220, sisanya dijanjikan siang hari, 17 Agustus”. Sie. Sekretariatan tinggal mendistribusikan kepada setiap fakultas, “Pendistribusian kaos OPAK ke tiap fakultas dilaksanakan pada 17 Agustus”, tambahnya.

Untuk tahun ini peserta OPAK tidak memakai jas alamamater dikarenakan jas belum selesai. Menurut penjelasan Ihya, kain yang dipesan oleh UIN itu khas dan harus dicelupkan di Bandung dulu. Sedangkan H-5 sampai H+7 Lebaran, mobil pengangkut terkendala lalu lintas mudik lebaran, sehingga jas almamater belum jadi dan belum bisa didistribusikan.

Sie. Penugasan menyatakan bahwa anggota tim kurang dan belum menentukan ruangan untuk penugasan. Untuk Sie. Konsumsi menyatakan bahwa konsumsi telah fix, meski sempat cekcok dengan pihak kemahasiswaan, pendistribusian konsumsi terhadap panitia mulai hari ini. Sedangkan perwakilan Sie. Evaluator melaporkan bahwa mereka kekurangan anggota, yang seharusnya 75 orang hingga rapat diadakan masih 21 orang yang siap.

Kesiapan Sie. Humas mengatakan bahwa surat-surat telah terdistribusi. Tim Kasih Sayang menyambung, dengan memberitahukan bahwasanya nama tim telah diubah menjadi Tim Ulul Albab, timnya telah siap dan konsep masih dirahasiakan. Diakhiri oleh Tim Pendamping, menyatakan bahwa presentasi kesiapan Tim Pendamping 80%. “Untuk modul dan kelengkapan pendamping sendiri  dibagikan pada tanggal 19 Agustus pukul 18.30 di gedung C lantai 3”, jelas Deny, koordinator Tim. Pendamping.

Sebelum mengakhiri rapat, Faiq memberitahukan bahwa pada tanggal 19 Agustus seluruh panitia wajib berkumpul, “Untuk seluruh panitia rapat di gedung C lantai 3 pukul 18.30 wajib berkumpul di kampus untuk melakukan gladi bersih dan pembagian baju batik untuk peserta”. OPAK kali ini sedikit berbeda, pasalnya panitia memiliki seragam. “Seluruh panitia kecuali Tim Kesehatan dan Tim Keamanan pada saat hari H wajib menggunakan baju batik seragam”, imbuh Faiq. [Safinah Al-Mubarokah]

Leave a Reply