Perubahan Anggaran Membuat Keterlambatan Konsumsi PBAK

Mahasiswa baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengeluhkan lambatnya pemberian konsumsi saat hari pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2019 (13/08). Nasi yang datang saat istirahat  pertama hanya distribusikan pada beberapa mahasiswa baru saja, sedangkan peserta lain harus menunggu sampai masuknya materi kedua. Hal ini dirasakan oleh Amalia Prastiwi, peserta PBAK Jurusan Psikologi yang mengaku mendapat konsumsi pada jam tiga sore, telat tiga setengah jam dari jadwal. “Jadi ga semangat dengerin pemateri berikutnya, banyak yang lemes,” ujarnya.

Amalia juga menambahkan ia tidak dapat berkonsentrasi untuk mendengarkan materi dan mengerjakan penugasan akibat terlambatnya konsumsi. Hal yang sama juga dialami oleh Muhammad Alfian Maulana Hasan Saputra, efek dari terlambatnya konsumsi mempengaruhi penugasan mereka. “Ya gimana mbak, saya dari pagi belum makan mbak, belum juga tadi telat masuk materi, jadi bingung ini (penugasan) kayak gimana,” tambahnya.

Hanik Tasnida selaku Koordinator Seksi Konsumsi mengonfirmasi jika keterlambatan konsumsi disebabkan oleh penyedia. “Telat pengiriman konsumsi di hari ini murni dari penyedia yang telat, itu faktor X bukan kesalahan panitia, pengiriman pertama lancar, dan pengiriman kedua telat yang akhirnya diberi kompensasi berupa tambahan snack,” terang Hanik. Selain itu Hanik juga menjelaskan jika ada perubahan anggaran konsumsi yang awalnya hanya snack saja. Menanggulangi perubahan anggaran konsumsi, panitia memutuskan untuk menambah konsumsi melalui proses lelang dan baru disetujui sehari sebelum PBAK dimulai. “Lelang gagal dua kali, akhirnya kemaren baru menang dan dapat dana jadi otomatis persiapan mendadak,” ujar Hanik. []

Leave a Reply