Polemik Peran Mahasiswa

Beberapa mahasiswa duduk di depan gedung Soekarno dengan laptop di depannya, diam mengamati aksi yang dilakukan oleh 30 orang anggota Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia. Aksi itu dilakukan salah satunya dengan penggundulan yang dilakukan terhadap 5 orang dari massa aksi. Sebagai tanggapan terhadap ditunjuknya Imam Suprayogo sebagai tersangka korupsi dalam pengadaan lahan UIN 2 (12/05). Menanggapi aksi tersebut, Ainul, mahasiswa jurusan Ahwal Asy-Syahshiyyakh (AS) mengatakan, “Lebih baik ngerjain tugas dapet IP tinggi. Dari pada ikut campur hal-hal seperti itu. Yang penting kita doakan saja semoga UIN tetap baik. Nggak dipandang jelek karena kejadian itu”.

Aini, teman sejurusan Ainul juga menambahkan, “kami tau masalah itu (ditunjuknya mantan rektor sebagai tersangka kasus korupsi. Red) cuma dari internet dan cerita-cerita dari dosen”. Fahurroji selaku koordinator Humas HMI menjelaskan, penggundulan dilakukan sebagai simbol untuk membasmi kutu, kudis, korengan dengan seluruh anomalinya, yang bernama budaya tikus birokrasi yang korupif.

Dalam buku Mimpi-mimpi UIN Maliki Malang, 2011, salah satu cara pandang UIN terhadap mahasiswa yaitu sebagai bibit pemimpin umat masa depan dan tumpuan masyarakat. Selain itu, menurut M. Hatta, salah satu fungsi mahasiswa adalah memiliki rasa tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat. Dan salah satu bentuk rasa tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat sebagai agen of change, yaitu dengan turut ikut serta dalam menjalani dan mengawasi setiap hal yang terjadi di kampus dan masyarakat.

Fahrurroji pun menambahkan, sebagai mahasiswa kita harus berani dan ikut mengawal perkembangan masyarakat. Seperti masyarakat Junrejo yang dirugikan dalam kasus pengadaan lahan UIN II, karena harga tanah yang seharusnya 75.000 per meter hanya dihargai Rp. 22.000 sampai Rp 49.000 per meter (seperti yang dilansir oleh Tempo,07/02). “Kuliah itu tidak berarti hanya belajar di kelas. Jika di kelas kita belajar tentang kebenaran, ya di luar kita belajar bagaimana itu kebenaran” imbuhnya. [Uswatun Hasanah]

Leave a Reply