[REPOST] Festival Budaya, DEMA-F Humaniora Bedah Buku Habib Baharun

Rabu, 30 Oktober 2013. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Humaniora mengadakan sebuah acara bedah buku di lantai 3 gedung Fakultas Humaniora. Buku yang dibedah adalah karya Habib Baharun dengan judul Implementasi Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa Pancasila Guna Menanggulangi Kekerasan. Selain Habib, hadir juga beberapa tokoh lintas agama sebagai pemateri di antaranya Dr. Faisol Fatawi, M. Ag (Islam), Drs. Ida Bagus Made Putra (Hindu), Wense Anton Triyono (Khunghucu), dan Johanes Harjono (Kristen) yang merupakan anggota FKUB (forum kerukunan umat beragama).
Dalam acara, Habib menyinggung mengenai sengketa antara pengikut Syiah dengan warga setempat yang mayoritas NU. Menurut Habib, salah satu faktor penyebab tidak usainya sengketa tersebut adalah adanya penyembulan ideologi baru yang cara penyebarannya secara birokrasi, “maka tidak hanya itu. Bahkan di perguruan tinggi Islampun bisa saja. Lebih-lebih perguruan tinggi yang basic keagamaannya itu-itu thok” tuturnya.  Sehingga masalah tersebut tak pernah usai meskipun MUI maupun NU sudah banyak mengeluarkan banyak fatwa.
Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian acara festival budaya tahunan. Dimulai sejak senin 28 Oktober dan akan berakhir pada Ahad malam 03 November 2013. Selain untuk memenuhi program kerja DEMA F, salah satu tujuan acaranya adalah untuk lebih meningkatkan budaya Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Hafiz selaku sie acara, “kami mencoba lebih mengenalkan budaya indonesia pada mahasiswa” tuturnya.
Selain bedah buku, ada juga beberapa acara lainnya seperti bazar buku, pameran lukisan, serta lomba. Sebagian besar lomba dibuka untuk umum seperti lomba puisi, dan cerpen. Sedangkan lomba stand diperuntukkan untuk mahasiswa Humaniora. Penutupan acara akan diisi oleh penampilan Wayang dengan Dalang Ki Ardi dari Sapu Jagad di lapangan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
[Penulis: Uswatun Hasanah | Editor: Sasmita Nurvinda]
[REPOST dilakukan karena hilangnya data saat terjadi kesalah teknis pada update database 26 November 2013, posting asli 2 November 2013, tim digital forensik inovasi]

Leave a Reply