Ricuh di Lingkungan UKM, Ifkra: Jangan Ribut Lagi lah

Audiensi yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Ruang Sidang Gedung Jendral Besar H Mohammad Soeharto berakhir ricuh (17/3). Audiensi tersebut menindaklanjuti permintaan dari Pergerakan Mahasiswa Peduli Demokrasi (PMPD), yang menuntut kejelasan KPU dalam pelaksanaan Pemira. Kericuhan dipicu oleh salah satu anggota PMPD yang merasa tidak puas dengan tanggapan dari KPU dan Panwaslu, lantas menggebrak meja. Tak cukup di Ruang Sidang, kericuhan terus berlangsung hingga halaman depan Gedung Soeharto.

Mendengar ada keributan, mahasiswa yang sedang beraktivitas di masing-masing kantor Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pun sontak keluar. Seperti pengakuan Indah Prastiti, anggota UKM Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M) yang saat kericuhan terjadi, sedang mengadakan kajian filsafat. Menurutnya, saat itu beberapa anggota yang sedang mengikuti kajian segera keluar untuk melihat situasi yang terjadi. “Ada yang mencoba mencari tahu, ‘suara apa kok rame’ akhirnya mereka keluar,” jelas Indah. Tak ayal, agenda mereka pun sempat terhenti. Meski akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kajian dengan menutup pintu, lanjut Indah, sebagian peserta tetap merasa terganggu dan tidak fokus.

Senada dengan Indah, ketua umum UKM Teater Komedi Kontemporer (TK2), Ifkra Febry, juga mengaku terganggu dengan adanya kericuhan tersebut. Latihan yang biasa mereka lakukan jam tujuh malam pun molor hingga jam delapan malam. Menurutnya, saat kericuhan berlangsung, para anggota UKM TK2 sedang mempersiapkan lampu untuk pementasan. “Gara-gara itu (kericuhan_Red) kita turun semua lihat keadaan, kejadiannya kan di lingkungan UKM,” papar Ifkra.

Menurut Mujaid Kumkelo, Ketua Bagian Kemahasiswaan, kericuhan ini diluar dugaannya selaku pihak yang bertanggung jawab atas berlangsungnya Pemira. Audiensi yang berakhir dengan ricuh itupun menurut Mujaid bukanlah audiensi formal. “Karena kemarin minggu tenang, secara resmi audiensi itu gak boleh,” tambahnya. Mujaid pun sangat menyayangkan sikap mahasiswa yang tidak dapat mencapai solusi dengan musyawarah, hingga audiensi itupun berakhir dengan main fisik.

Belajar dari kejadian ini, Ifkra berharap, kedepannya semua pihak dapat menyelesaikan masalah mereka dengan kepala dingin. Ia juga berharap tidak ada lagi keributan agar setiap kegiatan dapat berjalan dengan kondusif. “Saya rasa untuk teman-teman jangan ribut lagi lah. Kita sesama mahasiswa cinta damai aja,” tuturnya.[Latifatun Nasihah]

Tinggalkan Balasan