Sofyan: Rektorat Main-main!

“Rektorat main-main! Kampus apa ini kok bisa-bisanya dipimpin seorang rektor yang tidak bisa berbuat apa-apa?” Teriak Abdurrachman Sofyan, dalam orasinya pada aksi (25/2) di depan gedung Rektorat. “Petisi 25 dosen bahkan lebih tidak diindahkan oleh pihak rektorat. Ini kampus macam apa?” Lanjut Sofyan, juga dengan teriakan lantang. Aksi yang ditujukan untuk Mudjia Raharjo, selaku rektor UIN Maliki Malang ini menuntut agar Basri, Wakil Dekan I Fakultas Humaniora diberikan sanksi akademis dan diberhentikan dari jabatannya.
“Namun permasalahannya, rektorat hari ini diam saja, rektorat tidak berani bersikap tegas,” ujar Sofyan selaku Koordinator lapangan aksi. Ia juga beranggapan pihak rektorat tidak berani untuk menyikapi tuntutan-tuntutan yang mereka ajukan. “itu artinya antara pihak rektorat dan Basri Zain ada main-main,” tambah Sofyan.
Dugaan main-main ini dilontarkan Sofyan, karena aksi mogok mengajar yang dilakukan oleh dosen fakultas Humaniora, yang menurutnya hanya dianggap angin lalu oleh pihak rektorat. Selain itu, petisi yang dilayangkan sivitas akademika fakultas Humaniora kepada rektor UIN Maliki Malang sampai saat ini tidak mendapatkan tanggapan yang jelas. Padahal, petisi tersebut sudah disampaikan sejak tanggal 10 Desember 2014.
Merasa dipermainkan, massa aksi meminta pihak rektorat untuk keluar dan memberikan pernyataan di depan mereka. “Rektorat harus menunjukkan pada kita bahwa rektorat bersikap tegas dan jelas, rektorat menindak dan tidak membiarkan Basri Zain,” papar Sofyan. Ia bahkan berharap Basri dipecat dari jabatannya.
Namun, keinginan massa aksi untuk menemui Rektor UIN secara langsung tidak terpenuhi, lantaran rektor maupun ketiga wakil rektor sedang tidak ada di tempat. Menurut Sutaman, selaku Kasubbag Humas UIN Malang, rektor sudah mengambil tindakan tegas dengan mengundang jajaran senat untuk rapat. “Hari kamis rapat, khusus untuk membahas masalah Pak Basri,” ujarnya. [Reni Dwi dan Anik Nurul]

Leave a Reply