Cuman “Kemaluan” Yang Boleh Ditutupi

Pemutaran dan diskusi film Senyap di Warung Kelir Kota Malang bubar. Salah seorang hadirin yang mengaku sebagai keluarga korban Partai Komunis Indonesia (PKI) menuntut agar pemutaran film dihentikan. “Tolong hentikan film ini! Saya sebagai anak dari korban komunis tidak rela film ini diputar,” teriak Haris Nur Cahyo. Pria bersorban putih

Mempertanyakan Kebenaran Sejarah

Hampir selama 50 tahun tak seorang siswa pun diajarkan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada tahun 1965. Sejarah yang dibentangkan oleh Orde Baru sebagai penanda bangsa dalam mewaspadai bahaya laten komunisme. Di dalam otak para pemuda pelajar yang kenyang oleh pendidikan Orde Baru, disimpan suatu file ingatan akan kejahatan komunisme

KOMNAS HAM Dukung Pemutaran Film Senyap

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) pada 12 Desember 2014 menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan pemutaran film Senyap. Melaui surat bernomor 044/Ang-SK/XI/2014 tersebut, Muhammad Nurkhoiron selaku Komisioner Sub Komisi Pendidikan dan Penyuluhan memaparkan bahwa pengungkapan dan penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu (pembantaian orang yang diduga simpatisan Partai Komunis Indonesia)