Nasionalisme Tidak Harus Menghilangkan Ideologi Lain

Walikota Malang, Sutiaji mengisi materi di acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang (13/8).  Dalam acara tersebut Sutiaji membawakan materi dengan tajuk Nasionalisme dan Kemandirian Bangsa. Menurutnya, mahasiswa saat ini mesti memiliki jiwa nasionalisme tinggi dan menghilangkan ideologi ekstrim. “Yang paling penting mahasiswa mesti menjadi pilar tunas bangsa.

Jobdesk Tidak Jelas, Banyak Panitia Menganggur

Hari pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Malang (13/08), banyak panitia PBAK yang menganggur. Tidak adanya kejelasan deskripsi tugas dari tiap devisi menjadi alasannya. Haris Febriansyah Rizani, anggota humas mengaku tidak bekerja penuh sebagai devisi humas. “Kita hanya bantu segala yang bisa dibantu, tidak ada hubungannya dengan jobdesk humas,” ujar Haris. Hal itu

Perubahan Anggaran Membuat Keterlambatan Konsumsi PBAK

Mahasiswa baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengeluhkan lambatnya pemberian konsumsi saat hari pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2019 (13/08). Nasi yang datang saat istirahat  pertama hanya distribusikan pada beberapa mahasiswa baru saja, sedangkan peserta lain harus menunggu sampai masuknya materi kedua. Hal ini dirasakan oleh Amalia Prastiwi, peserta PBAK Jurusan Psikologi yang mengaku mendapat konsumsi pada jam tiga sore,

Mengapa UAPM Inovasi Mengkritik Kampus?

Anggaran dana pagu UKM Unit Aktifitas Pers Mahasiswa (UAPM) Inovasi sempat dibekukan pada 23 Agustus 2018 lalu. Pembekuan itu dikarenakan pihak kemahasiswaan UIN Maliki Malang merasa dirugikan dengan satu tulisan di website uapminovasi.com. Tulisan yang dimaksud adalah opini dengan judul “Kampus Fulus Albab”. Pihak kemahasiswaan merasa keberatan dengan judul itu, karena

Mengklarifikasi Dugaan Pencemaran Al-Qur’an

Pada tanggal 23 Agustus 2018, pihak kampus mempermasalahkan beberapa tulisan Unit Aktivitas Pers Mahasiswa (UAPM) Inovasi di website uapminovasi.com yang mengkritik kebijakan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satunya adalah opini yang berjudul “Kampus Fulus Albab”. Pihak kampus merasa dirugikan dengan dengan judul itu, karena menyinggung cita-cita kampus yang