Tak Dihiraukan, Ancam Boikot Kuliah

Aliansi Mahasiswa dan Dosen Anti Kekerasan mengancam akan memboikot kegiatan belajar mengajar, jika tuntutan mereka tak segera dipenuhi. Mereka menuntut Mudjia Rahardjo, selaku Rektor UIN Maliki Malang untuk mengambil tindakan tegas dan cepat terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oleh Basri Zain, selaku Wakil Dekan I Fakultas Humaniora. Ancaman ini mereka sampaikan dalam aksi di gedung Ir. Soekarno (25/2).

Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi di depan fakultas Humaniora (23/2) yang mereka nilai hanya ditanggapi secara normatif oleh rektor. “Untuk hari ini, kita ingin ditemui pak rektor. kalau tidak ditemui, kita akan boikot proses belajar mengajar,” ungkap Abdurrachman Sofyan selaku koordinator lapangan aksi.“Karena dosen-dosen sudah menyepakati dan menyetujui,” tambahnya.

Menurut Aliansi Mahasiswa dan Dosen Anti Kekerasan, dalam selebarannya, tindak kekerasan yang dilakukan oleh Basri dianggap telah menciptakan ketidaknyamanan di kalangan para dosen fakultas Humaniora. Karena itulah, dosen-dosen ini memilih untuk mogok mengajar. Secara otomatis, hal ini dapat melumpuhkan proses belajar mengajar. Meski demikian, mereka mengakui jika hal tersebut sampai terjadi, akan merugikan semua pihak terutama mahasiswa.

Massa yang meminta ditemui langsung oleh Mudjia ini juga mengancam akan memboikot acara “Sosialisasi Beasiswa bagi mahasiswa S1” yang sedang berlangsung di gedung Ir. Soekarno lantai lima. Mereka bahkan sempat menorobos masuk ke dalam gedung Ir. Soekarno.

Namun, berhubung Mudjia sedang tidak ada ditempat, mereka ditemui oleh Sutaman selaku Kasubbag Humas, Dokumentasi dan Publikasi UIN Malang. “Pak rektor sudah menandatangani surat tertanggal 24. Surat itu menyikapi demo kalian yang hari senin” ujar Sutaman di depan massa aksi. Surat tersebut berisikan undangan kepada jajaran senat untuk mengadakan rapat khusus yang membahas kasus Basri. “Kalau kalian ingin menanyakan hasil dari rapat senat universitas, datanglah jam tiga hari kamis,” terang Sutaman yang menyatakan bahwa hal tersebut sudah keputusan akhir dari rektor. [Latifatun Nasihah]

Leave a Reply