UKT Tidak Sesuai, Sri Harini: Bisa Mengajukan Banding Semester Depan

Dekan Fakultas Saintek, Sri Harini memberikan tanggapan kepada orang tua yang mengeluhkan uang kuliah tunggal (UKT) saat acara temu wali mahasiswa baru (10/08). Menurutnya Keputusan Menteri Agama (KMA) mengenai UKT nomor 151 tahun 2019 sudah dijadikan sebagai acuan dalam menetapkan UKT. Ia juga menyatakan bahwa UKT maksimal khusus untuk fakultas saintek hanya sampai grade enam. “Karena sebagian besar pendapatan orang tua berada di grade lima dan enam, maka pihak kami meminta untuk UKT maksimal pada grade enam,” pungkasnya. Fukultas Saintek memiliki enam grade berbeda dengan fakultas lain yang sampai grade tujuh.

Dari tiga orang tua wali yang mengajukan pertanyaan, salah satu wali meminta penjelasan tentang UKT. Anaknya yang merupakan mahasiswa baru jurusan Teknik Arsitektur mendapatkan UKT kurang lebih sebesar Rp 7.771.000,-. Menanggapi hal itu, Sri Harini menjelaskan bahwa penetapan UKT sudah mengacu pada aturan yang dibuat oleh menteri agama.

Ketika dikonfirmasi via aplikasi berbalas pesan, Sri mengklarifikasi tentang latar belakang orang tua wali. “Tadi yang bertanya orang tua wali jurusan Teknik Arsitektur dan sudah klarifikasi. Saya cek memang benar di grade enam. Bapaknya pengawas sekolah dan ibunya guru pegawai negeri sipil,” ujarnya.

Sri juga menjelaskan terkait sistem komputerisasi UKT yang menggunakan sistem distribusi normal. “Grade berada di kisaran angka satu sampai dengan tujuh. Di mana distribusi presentasenya satu sama dengan tujuh, dua sama dengan enam, tiga sama dengan empat, dan lima berada di tengah,” Jelas Dekan Saintek tersebut, yang berarti mahasiswa di Fakultas Saintek paling banyak mendapatkan grade lima.

Menurut Sri, mahasiswa yang sudah terlanjur mendapatkan UKT yang tidak sesuai bisa mengajukan banding pada semester dua. “Bisa banding ke bagian keuangan. Setelah pembayaran selesai nanti akan di-share juga statistik pembayaran UKT dari grade satu sampai tujuh. Insyaa Allah semua mengikuti aturan menteri agama,” tegas Sri.

Senada dengan Sri, Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Abdul Aziz menambahkan jika masih ada kesempatan untuk melakukan banding UKT di semester berikutnya. “Tapi jika data yang dimasukkan sudah benar, saya kira sudah berdasarkan analisa dari tim keuangan,” ujarnya.

Sri menyayangkan bahwa masih banyak orang tua wali atau mahasantri yang tidak jujur dalam mengisi data, “Seandainya orang tua wali yang kaya itu jujur saat mengisi data, mungkin kita bisa menolong grade 1-3 agar lebih besar presentasenya.” Tandas Sri []

Leave a Reply