Yang Merasa Kecewa Akibat Tidak Adanya Transparansi Dalam Proses Rekrutmen Panitia

Rasa kecewa muncul dari beberapa mahasiswa terhadap Susunan Kepanitiaan Maliki Mencari Bakat (MMB) 2021 yang baru saja diumumkan pada minggu malam (15/8) melalui laman cerita Instagram akun Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) UIN Maliki Malang. Mereka kecewa lantaran terjadi ketimpangan dalam proses seleksi perekrutan panitia (14/8) yang berlangsung sebelum pengumuman tersebut muncul.

Intan Puspita Sari, salah seorang pelamar rekrutmen panitia MMB menjelaskan bahwa selama ia mendaftar melalui google form yang tertera dalam pamflet rekrutmen hingga pengumuman tersebut, tidak ada informasi dari pihak penyelenggara terkait proses seleksi yang akan berlangsung. “Gak ada email, gak ada info di whatsapp, gak ada grup-grup calon panitia”, klaim mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris tersebut. Ia pun memutuskan untuk tetap menunggu, “barangkali masih proses ya dari pihak sana”, sambungnya.

Menurut informasi yang tertera pada postingan Instagram DEMA-U, pendaftaran rekrutmen panitia MMB 2021 berlangsung  pada 10 hingga 13 Agustus 2021. Diikuti oleh proses seleksi pada 14 Agustus dan hasilnya diumumkan pada 15 Agustus esok harinya.

Selaras dengan Intan, Siti Nila Masyfi’ah juga mengalami hal serupa. Ia mengaku tidak mendapatkan informasi apapun dari pihak penyelenggara setelah ia melakukan proses pendaftaran, “terus saya dapat kabar bahwa sudah ada pengumuman dari oprec tersebut”. Ia menambahkan bahwa ada mahasiswa lainnya juga yang bernasib dengannya, “ada saudara saya juga mendaftar, dan tidak dapat info juga (terkait proses seleksi, red.)” tambah mahasiswa jurusan Hukum Tata Negara itu.

Menurut keterangan Nila, dalam google form yang disediakan oleh pihak penyelenggara tersebut, mahasiswa yang mendaftarkan diri hanya diminta untuk mengisi nama lengkap, nomor whatsapp yang aktif, email, jurusan, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), dan alasan si pendaftar untuk mengikuti rekrutmen hingga memilih seksi-seksi yang diminati. Tidak ada berkas-berkas yang perlu dilengkapi selain tersebut.

Dicoba untuk dikonfirmasi, Tasya Syara Asyra, selaku Contact Person rekrutmen panitia MMB 2021 tidak merespon pesan whatsapp yang dikirim oleh Inovasi, walaupun statusnya sedang online dalam kurun waktu dua hari (16-17/8).

Intan berharap, rekrutmen ini seharusnya dilakukan sebagaimana mestinya tanpa ada pihak yang dirugikan, “kan kasihan juga yang mampu dan ingin berpartisipasi malah nggak dapat kesempatan. Jadi, lebih transparan aja sih”, harapnya.

PANITIA PBAK-U MEMANFAATKAN SDM YANG ADA DI MALANG

Serupa tapi tak sama. Adagium tersebut cocok dengan apa yang dialami oleh Nur ketika ingin mendaftar rekrutmen panitia Pengenalan Budaya Akademik Kampus tingkat Universitas (PBAK-U) 2021. Sayangnya, ia tidak dapat berpartisipasi lantaran link pendaftaran yang diinformasikan di feed instagram akun DEMA-U tidak dapat diakses, “pengumuman rekrutmennya siang, malemnya udah ditutup”, jabarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada informasi detail yang dipublikasikan di feed instagram tersebut, mulai dari timeline rekrutmen (pendaftaran, penyeleksian, wawancara, dan pengumuman), hingga narahubung pihak penyelenggara. Ia pun mencoba menanyakan hal tersebut melalui direct message dan mendapatkan balasan ” Informasi yang kami terima masih belum utuh, jadi nanti kita infokan lagi ke kakak ya”, balas admin akun instagram DEMA-U tersebut.

Ketika ditanya terkait detail mekanisme rekrutmen panitia PBAK 2021, Afthon Hilman selaku Menteri Dalam Negeri DEMA-U hanya menjawab bahwa pendaftaran masih akan berakhir pada tanggal 18 Agustus nanti, “karena dari kemahasiswaan ngasih deadline sampai tanggal itu harus ada nama-nama panitia dari pihak mahasiswa” tuturnya. Afthon mengaku sebenarnya perekrutan dilakukan dengan memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) DEMA-U sendiri dan akan berencana untuk berkolaborasi bersama pengurus-pengurus Unit Kengiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Kampus. Untuk informasi di Instagram hanya dibuka untuk posisi verifikator dan pendamping kelompok saja, “untuk seksi-seksi yang lain kita menggunakan SDM dari DEMA-U sendiri dan juga ngajak kolaborasi UKM-UKM”, tegas mahasiswa angkatan 2017 itu.

Mengenai link pendaftaran yang tidak bisa diakses oleh Nur, Afthon menanggapi bahwa memang link tersebut masih dalam tahap perbaikan. Nantinya, link tersebut akan kembali dibagikan lagi melalui media yang sama, “karena ada dokumen yang harus diupload di situ”. Namun, pembagian link kembali tersebut menunggu hasil koordinasi DEMA-U dengan Ormawa kampus, “jika memang belum terpenuhi (kuota panitia, red) kita akan buka rekrutmen lagi”, lanjutnya. Menurut rencananya, pengumuman Susunan Panitia PBAK 2021 akan dipublikasikan pada 20 Agustus nanti

Demikian, Nur menilai rekrutmen ini terkesan tidak ada persiapan, “alias ndadak. Semoga aja kedepannya harus dipersiapkan dengan baik jauh-jauh hari dan diberi tahu timeline nya dipamflet dengan rinci”, harap mahasiswa angkatan 2019 tersebut. []

Tinggalkan Balasan