Written by 22:30 Berita Kampus

Basri Zain: Itu fitnah!

Aksi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa dan Dosen Anti Kekerasan (25/2), menuntut Rektor UIN Maliki Malang untuk memberikan sanksi akademis dan memberhentikan Basri Zain, selaku wakil dekan bagian akademik. Aksi tersebut, lanjutan dari aksi damai yang dipimpin oleh Taufiq, mahasiswa semester enam jurusan Bahasa dan Sastra Inggris di depan fakultas Humaniora (23/2). Taufiq menuturkan, aksi damai ini dilakukan karena adanya pengabaian petisi dari sivitas akademika fakultas Humaniora, yang dilayangkan pada Mudjia selaku rektor. Petisi itu berisikan tuntutan 37 dosen fakultas Humaniora, untuk memberi sanksi pada Basri berupa penggantian antarwaktu. Petisi tersebut juga ditandatangani Dekan fakultas Humaniora, Isti’adah.

Dalam petisi tersebut, Basri dinilai menghambat usaha kampus guna mendapat gelar World Class University. Hal itu karena adanya tindakan Basri yang dinilai tidak terpuji. Seperti kekerasan fisik dan non-fisik yang diduga kerap dilakukan oleh Basri. Selain itu, ia juga dinilai kerap melakukan ancaman di kalangan sivitas akademika.
Salah satu korban non-fisik Basri yang tertera dalam petisi tersebut adalah Akhmad Muzakki, selaku wakil dekan bidang administrasi umum dan perencanaan keuangan. Basri pernah menantang Muzakki untuk berkelahi dengan senjata celurit atau yang lazim disebut carok. Hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan pendapat antara Basri dan Muzakki, terkait sosialisasi kurikulum yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Namun, ketika dimintai konfirmasi terkait masalah tersebut, Muzakki enggan berkomentar.

Juga Eko David, mahasiswa jurusan bahasa dan sastra arab (BSA) yang namanya disebutkan dalam petisi. Basri dinilai melakukan kekerasan fisik dengan mencengkeram kerah baju dan melakukan pemukulan pada Eko di gedung Rektorat. Taufiq mengamini bahwa kejadian itu benar karena Ia berada di ruang yang sama pada saat kejadian berlangsung. Ditemui usai acara Aksi Damai, Basri mengiyakan perihal pencengkeraman kerah baju namun Ia mengaku tidak melakukan pemukulan sama sekali. “Itu fitnah, saya tidak memukul,” jelasnya.

Basri juga mengaku tidak mempermasalahkan aksi-aksi yang menyudutkan dirinya. Termasuk aksi pagi tadi yang menuntut rektor mengambil tindakan tegas dan cepat dengan memberhentikan dirinya, “demo ya silahkan saja, ada freedom of expression,” tambahnya. [Muthia Rizqiqa]

(Visited 165 times, 1 visits today)

Last modified: 25 Februari 2015

Close