Masyarakat Lakardowo Berharap Agar Akademisi Ikut Berjuang

Perjuangan warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto sudah dimulai sejak tahun 2014. Mereka menuntut tanggungjawab perusahaan pengelola limbah PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) yang telah mencemarkan lingungan dengan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Dukungan untuk perjuangan warga pun datang dari berbagai pihak, termasuk akademisi. Daru Setyorini, dosen Magister

Si Tukang Bohong dan Si Penyebar Hoaks

Ibarat virus yang mempengaruhi lingkungan sekitar, tidak aneh ketika setiap hal yang dilakukan oleh pemimpin akan sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat yang dipimpin. Ibarat kepala dari sebuah badan, pemimpin adalah otak yang mengatur setiap kegiatan yang dilakukan oleh anggota badan yang lain. Maka pemimpin dituntut untuk cerdas dalam setiap keputusan yang

Sutan Sjahrir; Merengkuh Sosialisme dengan Politik Diplomasi

Padang Panjang, 110 tahun lalu tepatnya 5 Maret 1909 adalah hari dimana sosok mantan Perdana Menteri Indonesia pertama (1945-1947) ini dilahirkan. Ia menjadi perdana menteri pada usia 38 tahun, perdana menteri termuda di dunia ini. Sjahrir adalah a man of paradox. Tubuhnya kecil dengan tinggi 145 sentimeter, dan berat badan

Gugatan Pertama Ditolak, Warga dan Mahasiswa Kawal Ketat Permohonan Banding

“Bongkar, bongkar, bongkar PT.PRIA, bongkar PT.PRIA sekarang juga,” ujar salah satu warga Lakardowo dan diikuti oleh peserta aksi lainnya. Di depan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya, ratusan warga Lakardowo dan Mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi kawal ketat Sutamah-Rumiati dan kawan-kawan Lakardowo, Jum’at (8/2). Dalam aksi tersebut mereka

Yang Diabaikan Oleh Pembangunan Pabrik Semen

Penerbitan ijin lingkungan untuk PT. Semen Indonesia yang dikeluarkan oleh Ganjar Pranowo berujung pada pelanggaran hukum. Hal itu disampaikan oleh Daniel Stephanus, salah satu pemateri diskusi publik dengan tema Kisruh Kendeng: Potret Kesembronoan Pembangunan Indonesia yang diselenggarakan oleh Aliansi Mahasiswa UIN Malang Peduli Kendeng (30/3). Ijin lingkungan yang termaktub dalam

Teaterikal Melawan Kapitalisme Perusak Lingkungan

Irwan Lukman, berdiri dengan menggunakan kardus ditangan dan kakinya. Kardus tersebut sebagai representasi dari pengecoran yang dilakukan oleh petani kendeng. Teatrikal yang dilakukan bersamaan dengan aksi pada Kamis (24/3) ini dilakukan oleh Aliansi Malang Peduli Kendeng bertujuan untuk menolak pembangunan pabrik semen milik PT. Semen Indonesia di Rembang. Teatrikal yang dilakukan

Konflik Agraria Meningkat, Regulasi Pemerintah Harus Pro Petani

Aliansi Malang Peduli Kendeng menyayangkan meningkatnya jumlah konflik  agraria dan kerusakan alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam Aksi Solidaritas Peduli Kendeng di depan Kantor DPRD Kota Malang (23/3). Dalam selebarannya, mereka menyebut persoalan konflik agraria dan pembangunan yang tak memihak pada masyarakat dan malah