Written by 10:40 Berita Kampus

Wakil Rektor Tiga: “Orientasi Jurusan Tidak Boleh Melibatkan Kerja Fisik”

Dunia pendidikan Indonesia kerap kali terjerat dengan kasus-kasus hukum. Mulai dari pendidikan kanak-kanak, seperti kasus pedofilia di Jakarta International School(JIS) yang diduga dilakukan oknum guru. Pendidikan dasar dengan kasus  pengeroyokan siswa kelas I oleh tiga teman sekolahnya sendiri hingga tewas di Sekolah Dasar (SD) Inpres Tamalanrea V, Makassar.  Beredarnya video mesum yang diduga siswa SMP di Pekalongan, hingga Oka Wira Satya siswa SMK Adi Luhur yang meregang nyawa karena sabetan celurit ketika terlibat tawuran sesama pelajar. Bahkan, di tingkat pendidikan tinggi, Fikri Dolasmantya Surya, mahasiswa jurusan Planologi Intitut Teknologi Nasional (ITN) Malang asal Nusa Tenggara Barat (NTB) menghembuskan nafas terakhir saat mengikuti kegiatan jurusan Planologi di Goa Cina Malang Selatan, Ia diduga mengalami tindak kekerasan.

Tak ingin mengalami keadaan yang serupa, Agus Maimun selaku wakil rektor bidang kemahasiswaan mengatakan melakukan pengurangan kegiatan lapangan pada Orientasi Pengenalan Akademik(OPAK) kali ini. “Apel-apel tidak memakan waktu yang lama, itu upaya kita untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan”, ujarnya. Untuk orientasi jurusan, nantinya yang bertanggung jawab dan mengawal langsung adalah ketua jurusan. Mengenai lokasinya yang kerap kali diadakan di luar lingkungan kampus ia tidak membatasinya. “Silahkan, yang penting bersifat rekreatif dan tidak boleh melibatkan kerja fisik.” Ia akan mewanti-wanti agar tidak ada kegiatan atau hukuman yang bersifat fisik, karena kemampuan fisik setiap anak berbeda.

Muhammad Ridho, selaku ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa berpendapat bahwa pengawalan  adalah yang terpenting. Nantinya ada pengawalan dari Dema hingga pihak birokrasi. Menurutnya, yang terpenting pengawalan dalam bentuk kehadiran. “Ketika hanya dikawal, dan  dikontrol lewat komunikasi saja, panitia bisa saja melakukan tindakan yang lain” ujarnya. Ia kembali menegaskan pentingnya kehadiran pihak yang berwenang untuk hadir di lokasi. Untuk kegiatan orientasi jurusanya, Ridho menggaris bawahi bahwa itu adalah kegiatan outbound. “Outbound dalam artian untuk merekatkan antar sesama mahasiswa jurusan” tambahnya. Pada OPAK hari pertama saja, puluhan mahasiswa baru memenuhi ruang kesehatan untuk meminta perawatan. Padahal kegiatan OPAK hari ini tidak banyak kegiatan di lapangan. Hanya sekedar duduk diruangan mendengarkan materi. Kegiatan orientasi jurusan yang biasanya dilaksanakan di alam terbuka berpotensi lebih berat. [Rachmad Imam Tarecha]

(Visited 13 times, 1 visits today)

Last modified: 10 Juli 2015

Close