Written by 07:22 Berita Kampus • One Comment

Dana Inagurasi Kurang

inagurasi

Inagurasi, acara tahunan untuk pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam serangkaian kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) kekurangan dana. Total uang yang dibutuhkan untuk acara yang dilaksanakan pada tanggal 27 sampai 29 Agustus itu sebesar Rp. 36.470.000. Sedangkan alokasi dana yang disediakan oleh pihak kemahasiswaan sejumlah Rp. 8.000.000, beserta panggung. Namun menurut Yusuf Andriansyah selaku ketua pelaksana Inagurasi, dana tersebut masih kurang sehingga pihak panitia harus melakukan peminjaman uang.

Selain melakukan peminjaman uang, panitia Inagurasi juga mencari dana tambahan melalui penjualan tiket Inagurasi plus air dalam botol yang dijual seharga Rp.10.000. Penjualan tiket tersebut sepaket dengan penarikan dana ketika OPAK. Penarikan biaya ini pun menuai reaksi dari wali mahasiswa baru (Maba). Salah satunya ibu dari Siti Ulfa Nur Afifah, mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang penasaran dan meminta kwitansi pembayaran dana sebesar Rp. 90.000 untuk hari pertama. Penarikan itu untuk mendapatkan buku, merchandise, juga termasuk tiket inagurasi, dan lain sebagainya. (baca Q-Post edisi XLIX tanggal 20 Agustus 2015).

Sementara itu, sebelumnya pada Surat Keputusan (SK) Rektor, tentang panitia Inagurasi Nomor: Un.3/ Kp.01.4/4340/2015, demikian juga SK Rektor tentang panita pelaksana lapangan OPAK Nomor: Un.3/KP.01.4/2967/2015. SK yang ditandatangani oleh Wakil Rektor (WR) Bidang kemahasiswaan dan Kerjasama itu berbunyi, “Segala pembiayaan yang dikeluarkan sebagai akibat pelaksanaan keputusan ini dibebankan kepada DIPA Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tahun anggaran 2015 no. Dipa-025.04.2.423812/2015, tanggal 14 November 2014.” Mujaid Kumkelo, selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan pun berkomentar, “Sebenarnya kami melarang, tapi mereka punya alasan logis untuk itu,” jelasnya kepada Inovasi 19 Agustus lalu. Yusuf mengatakan, hasil penjualan tiket Inagurasi dan air tidak hanya akan digunakan untuk dana penampilan UKM, namun juga lomba untuk maba. “Itu kan untuk mereka juga,” papar Yusuf memberi penjelasan.

Menurut Sabar, staf kemahasiswaan bagian keuangan, kemahasiswaan hanya mengalokasikan dana untuk Inagurasi sebesar 8 juta dikarenakan adanya acara dadakan, ESQ (20/08). Acara tersebut sebenarnya telah dirancang sejak tiga bulan sebelum OPAK dilaksanakan. Namun, kemahasiswaan merasa waktu tersebut tidak cukup untuk mengatur alokasi dana antara OPAK dan Inagurasi. “Sebenarnya OPAK dan Inagurasi itu serangkaian acara. Tapi dananya kita bedakan, minimal 8 juta untuk Inagurasi. Kecuali nanti dana OPAK ada lebihnya,” terang Sabar.

Selain itu, panitia Inagurasi juga belum mendapatkan kepastian dari pihak sponsor. Menurut Yusuf, hal itu juga disebabkan sedikitnya panitia yang aktif dalam kepanitiaan. Yusuf mengatakan sudah menghimbau para pemimpin UKM untuk mendelegasikan lima anggotanya yang bisa menjadi panitia Inagurasi. Sayangnya, banyak mahasiswa yang didelegasikan ternyata semester V dan VII yang notabene sedang melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Praktek Kerja Lapangan (PKL). “Dari panitia marketing hanya beberapa yang kerja, soalnya kebanyakan panitia PM dan PKL,” jelas Yusuf. [Uswatun Hasanah]

(Visited 141 times, 1 visits today)

Last modified: 14 Oktober 2015

Close