Written by • 10:11• Berita Kampus • One Comment

Panitia Saling Dorong, Maba Shock

sidang


Orientasi Pengenalan Akademik Fakultas (OPAK-F) Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) ternyata masih mencontohkan adegan kontak fisik antar panitia (22/8). Bertempat di Gedung Jenderal Besar H. Mohammad Soeharto, pihak penuntut saling dorong dengan panitia tim pembela di hadapan 830 mahasiswa baru (maba) FITK. Saat itu, maba disidang atas pelanggaran yang mereka lakukan. Tim penuntut yang beraggotakan tim transisi bertugas mencatat pelanggaran. Mereka menuntut agar maba tidak diluluskan. Sedangkan tim pembela yang beranggotakan panitia OPAK-F, bertugas membela maba agar diluluskan dalam OPAK-F.

“Ini bukti maba melakukan pelanggaran, dari dekdok (sie publikasi, dekorasi dan dokumentasi_red) juga ada datanya mereka tidur saat materi,” ujar salah satu tim penuntut yang memakai topi terbalik dan berjaket biru. Tak lama kemudian, terdengar teriakan maba yang tak terima. Suasana makin runyam ketika ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F) FITK membacakan putusan bahwa maba tidak lulus OPAK-F. Beberapa panitia dan mahasiswa senior tak berbaju panitia pun saling kejar dan melakukan protes. 

Satu per satu maba akhirnya berguguran. Mereka langsung diberikan bantuan kesehatan oleh panitia. Salah satunya Dea Hera Puspitasari, maba jurusan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang mengeluh sesak. “Tadi gak kuat, sesak. Saya tertekan,” ujarnya sambil beristirahat. Begitu pula Muhammad Hilal Maulidi, maba jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengaku kaget menyayangkan acara persidangan yang dianggapnya tidak mendidik. “Kita masih mahasiswa baru sudah diajari kayak gini (kontak fisik_red). Saya gak pernah diajari orang tua kayak gitu,” ujarnya.

Ketua pelaksana OPAK FITK, Azhar Basyir, menjelaskan jika acara tersebut merupakan inisiatif panitia untuk memperkenalkan mekanisme persidangan melalui simulasi langsung. “Ini merupakan pancingan dari kita bahwasanya ketika ada sesuatu yang tidak benar, jangan diam,” jelasnya. Mengenai maba yang sakit saat acara, Azhar menyatakan bahwa hal itu lumrah dan maba sudah diklarifikasi sebelum acara apakah sakit atau tidak. [Imam Abu Hanifah]

(Visited 22 times, 1 visits today)

Last modified: 29 Agustus 2015

Close